Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK berwenang Prancis mengatakan pada Rabu (8/12) bahwa mereka telah membebaskan seorang pria yang ditangkap karena dicurigai berperan dalam pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Istanbul pada 2018. Ini dilakukan setelah menyadari bahwa dia bukan orang yang sama dalam surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Turki.
Pria itu, yang membawa paspor atas nama Khalid al-Otaibi, ditangkap oleh polisi perbatasan Prancis di bandara utama Paris pada Selasa (7/12) saat dia bersiap untuk naik penerbangan ke Riyadh, kata polisi dan sumber pengadilan.
Seorang pria bernama Khalid al-Otaibi ialah salah satu dari 26 yang diadili secara in absentia di Turki karena menjadi bagian dari regu pembunuh yang melakukan pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul. Dia juga telah diberi sanksi oleh Departemen Keuangan AS atas perannya dalam pembunuhan itu.
"Verifikasi mendalam untuk menentukan identitas orang ini telah memungkinkan kami untuk menetapkan bahwa surat perintah itu tidak berlaku untuknya," kata kepala jaksa di Paris dalam suatu pernyataan. Ia membenarkan pria itu telah ditangkap atas dasar surat perintah penangkapan dikeluarkan Turki pada November 2018.
"Dia telah dibebaskan," tambah jaksa.
Sementara pihak berwenang Prancis memeriksa identitasnya, kedutaan Saudi di Paris mengeluarkan pernyataan pada Selasa malam yang mengatakan bahwa pria yang ditangkap tidak ada hubungannya dengan kasus yang bersangkutan dan menuntut pembebasannya segera.
Seorang sumber keamanan di Arab Saudi menambahkan bahwa Khalid al-Otaibi merupakan nama yang sangat umum di kerajaan. Al-Otaibi, lanjutnya, sebenarnya menjalani hukuman penjara di Arab Saudi bersama dengan semua terdakwa dalam kasus ini.
Baca juga: Saudi Bantah Klaim Prancis yang Tangkap Tersangka Pembunuh Khashoggi
Tidak ada tersangka dari Saudi yang pernah menjalani pengadilan secara langsung di Turki atas pembunuhan itu. Semua tersangka di Turki diadili secara in absentia. (AFP/OL-14)
Jerman melanjutkan ekspor senjata langsung ke Arab Saudi dengan menyetujui penjualan rudal. Langkah ini mengakhiri blokade yang berlaku sejak 2018.
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken telah mengadakan pembicaraan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Hakim federal Washington John Bates mengikuti permintaan pemerintah AS bahwa Salman menikmati kekebalan di pengadilan AS sebagai kepala negara asing.
Pernyataan Gedung Putih itu menanggapi kecaman Amnesty International yang menyebut pemberian imunitas untuk Pangeran Mohammed bin Salman adalah pengkhinatan.
Seorang wanita Arab Saudi baru-baru ini divonis penjara selama 45 tahun. Ini karena ia menggunakan Twitter untuk menantang raja dan putra mahkota negara itu.
Seorang wanita Saudi dipenjara selama 45 tahun hanya karena posting di media sosialnya. Kelompok hak asasi mengatakan itu dengan mengutip dokumen pengadilan.
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved