Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TURKI mengkritik rencana Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan negara ketiga seperti Turki untuk memukimkan kembali ribuan warga Afghanistan yang berisiko menjadi sasaran Taliban karena hubungan mereka dengan AS.
"Tidak dapat diterima mencari solusi untuk masalah itu di negara kita tanpa persetujuan negara kita," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan, Selasa (3/8) malam.
Turki sudah menjadi rumah bagi lebih dari 4 juta migran, yang sebagian besar dari Suriah yang dilanda perang. Negara itu mengatakan tidak pernah diajak bicara untuk menerima pengungsi dari Afghanistan.
Baca juga: Taliban Peringatkan Serangan Berikutnya pada Para Pemimpin Afghanistan
Dengan penarikan pasukan AS dan NATO yang sedang berlangsung dari Afghanistan, Ankara mengkhawatirkan adanya gelombang pengungsi baru.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan para pejabat Turki mengadakan pembicaraan tingkat tinggi mengenai masalah itu dengan rekan-rekan Afghanistan.
Kurang dari sebulan sebelum AS mengakhiri perang terlamanya, Departemen Luar Negeri AS, Senin (2/8) mengumumkan program penerimaan pengungsi baru untuk warga negara Afghanistan yang melibatkan penempatan pertama mereka di negara ketiga di kawasan itu, sementara dokumen mereka diproses.
Departemen Luar Negeri menyebut Turki sebagai salah satu kemungkinan titik relokasi, juga Pakistan.
Kementerian Turki mengatakan rencana AS itu akan menyebabkan krisis migrasi besar di wilayah mereka. Pihaknya, tambahnya, tidak memiliki kapasitas untuk menangani krisis migrasi baru atas nama negara ketiga.
Dikatakannya, jika AS ingin menerima orang Afghanistan, itu bisa dilakukan melalui penerbangan langsung.
Pada Rabu (4/8), di Washington, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan mereka tidak mendesak siapa pun untuk mengungsi ke Turki atau negara tertentu lainnya.
"Kami tegaskan kembali rasa terima kasih kami kepada Turki atas upaya kemanusiaannya yang substansial dalam menampung lebih dari 4 juta pengungsi, lebih banyak dari negara lain mana pun di dunia," kata Price.
"Tetapi kami percaya penting bagi negara-negara untuk menjaga perbatasan mereka tetap terbuka untuk arus pengungsi potensial. Kami tidak bermaksud memilih negara tertentu sebagai tujuan pengungsi," terangnya.
Masalah itu juga kemungkinan akan muncul dalam pembicaraan antara Ankara dan Brussel tentang pembaruan kesepakatan 2016 saat Turki menerima bantuan untuk menampung para migran yang mencari perlindungan di Uni Eropa.
Pada Senin (2/8), seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan mereka tidak memiliki data tentang berapa banyak warga Afghanistan yang mengungsi ke Turki.
"Saya akan mengatakan kita belum melihat arus keluar orang dalam jumlah besar, tetapi kita telah melihat sejumlah orang menyeberang, tetapi jumlahnya belum banyak," kata pejabat itu. (AFP/OL-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Dokter spesialis anak ingatkan bahaya konsumsi mie instan dan susu kental manis berlebih bagi anak di pengungsian banjir Sumatra. Simak saran gizinya.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved