Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) dan Uni Eropa, pada Jumat (7/5), menyerukan segera dimulainya kembali pembicaraan intra-Afghanistan, dan mengutuk Taliban karena melancarkan serangan luas ketika pasukan asing meninggalkan negara itu.
Pada Kamis (6/5), perwakilan Washington, Uni Eropa, NATO dan negara-negara Eropa lainnya bertemu di Berlin ketika AS dan pasukan asing lainnya telah memulai penarikan mereka dari Afghanistan.
Presiden AS Joe Biden mengatakan penarikan tersebut akan selesai pada 11 September 2021 bertepatan dengan peringatan 20 tahun atas serangan yang mendorong invasi AS ke Afghanistan.
Pertemuan di Berlin tersebut diakhiri dengan pernyataan yang mendesak dimulainya kembali segera, tanpa prasyarat, negosiasi substantif tentang masa depan Afghanistan.
Pembicaraan itu harus membangun posisi kompromi tentang pembagian kekuasaan yang dapat mengarah pada pemerintahan yang inklusif dan sah.
"Proses penarikan pasukan tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi Taliban untuk menunda proses perdamaian," bunyi pernyataan tersebut.
emerintah Kabul dan Taliban memulai pembicaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada September 2020 di Qatar, tetapi mereka telah berjuang untuk membuat kemajuan.
Turki dijadwalkan mengadakan konferensi Afghanistan pada akhir April 2021, tetapi ditunda tanpa batas waktu karena Taliban menolak untuk hadir. Mereka memprotes penundaan penarikan AS, yang awalnya ditetapkan Donald Trump pada 1 Mei 2021.
Sejak pasukan asing mulai menarik diri dari Afghanistan, pasukan pemerintah dan Taliban terlibat dalam pertempuran sengit, terutama di Provinsi Helmand.
Pesawat-pesawat tempur AS telah membantu menahan serangan Taliban yang memaksa ribuan warga Afghanistan mengungsi dari rumah mereka di daerah Lashkar Gah di Helmand.
Pernyataan yang dikeluarkan setelah pembicaraan Berlin itu mengutuk keras berlanjutnya kekerasan di Afghanistan yang sebagian besar menjadi tanggung jawab Taliban.
Mereka juga meminta Taliban untuk menghentikan serangan musim semi mereka yang tidak diumumkan. "Setiap serangan Taliban terhadap pasukan kami selama periode ini akan mendapat respons yang kuat," kata pernyataan itu. (AFP/Nur/OL-09)
Setelah satu tahun ditahan tanpa dakwaan, peneliti bahasa AS Dennis Coyle akhirnya dibebaskan oleh Taliban.
Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara konflik maut demi menghormati Idul Fitri, menyusul serangan udara di Kabul yang menewaskan ratusan jiwa.
Tragedi berdarah terjadi saat Ramadan di Kabul. Serangan udara Pakistan mengenai RS Omid, menewaskan ratusan pasien yang sedang berbuka puasa dan salat.
Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul hancur akibat serangan udara. Taliban tuduh Pakistan sebagai pelakunya, sementara ketegangan lintas batas meningkat.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved