Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EMPAT negara anggota Kuartet Timur Tengah membahas rencana melanjutkan perundingan damai Israel-Palestina dalam pertemuan pertama sejak Joe Biden dilantik sebagai presiden Amerika Serikat (AS).
Kuartet yang terdiri dari AS, Rusia, Uni Eropa, dan PBB itu menggelar pertemuan virtual pada Selasa (23/3).
"Para utusan betemu secara virtual untuk membahas kembalinya perundingan yang akan berujung pada solusi dua negara, termasuk langkah-langkah konkret untuk menciptakan kebebasan, keamanan, dan kesejahteraan bagi warga Palestina dan Israel," ungkap PBB dalam sebuah pernyataan resmi.
Baca juga: Pentagon Sebut Ancaman Tiongkok Serang Taiwan Serius
Kuartet itu membahas pentingnya pihak-pihak menahan diri dari melakukan aksi unilateral yang menghambat terciptanya kesepakatan dua negara. Hal ini mengacu pada perluasan pendirian permukiman Yahudi di Tepi Barat.
Pertemuan itu digelar saat Israel menggelar pemilu keempat mereka dalam tempo dua tahun dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertekad memperpanjang kepemimpinannya yang telah berlangsung selama 12 tahun.
Di bawah kepemimpinan Netanhayu, aksi perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat, yang melanggar hukum internasional, semakin marak.
Kuartet Timur Tengah telah vakum selama masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang dipandang Palestina, memihak Israel.
Adapun Biden menegaskan pemerintahnnya akan mengembalikan sikap AS yang bersikap bipartisan terhadap pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat. (AFP/OL-1)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved