Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dalam kunjungan mendadak ke Kabul. Pertemuan yang digelar pada Minggu (21/3) itu terjadi pada saat yang penting bagi upaya untuk mencapai perdamaian di Afghanistan karena pemerintahan Presiden AS Joe Biden meninjau rencananya untuk negara tersebut sebelum batas waktu penarikan pasukan pada Mei yang disetujui oleh pemerintahan Trump dengan Taliban.
Dalam sebuah pernyataan, istana kepresidenan mengatakan Austin dan Ghani membahas proses perdamaian dan kekhawatiran atas meningkatnya kekerasan. Tidak disebutkan tentang pertemuan AS dengan tenggat waktu 1 Mei untuk menarik pasukannya keluar dari Afghanistan. Austin mengatakan di Twitter bahwa dia datang untuk mendengarkan dan belajar, pada perjalanan pertamanya ke negara itu sejak diangkat sebagai Menhan.
"Kunjungan ini sangat membantu saya dan akan menginformasikan partisipasi saya dalam tinjauan yang kami jalani di sini bersama (Biden)," tuturnya.
Austin sebelumnya mengatakan kepada wartawan yang bepergian bersamanya di Kabul bahwa pejabat senior AS ingin melihat akhir yang bertanggung jawab atas konflik ini dan transisi ke sesuatu yang lain.
"Akan selalu ada kekhawatiran tentang hal-hal dengan satu atau cara lain, tetapi saya pikir ada banyak energi yang difokuskan untuk melakukan apa yang diperlukan untuk menghasilkan akhir yang bertanggung jawab dan penyelesaian yang dinegosiasikan untuk perang," ujarnya.
Pekan lalu, Biden mengatakan akan sulit bagi AS untuk memenuhi tenggat waktu 1 Mei. Namun jika batas waktu yang diatur dalam kesepakatan antara pemerintahan Trump dan Taliban diperpanjang, itu tidak akan lebih lama lagi. Pada hari Jumat, Taliban memperingatkan konsekuensi jika AS gagal memenuhi tenggat waktu.
Anggota tim negosiasi Taliban Suhail Shaheen mengatakan kepada wartawan juka ika pasukan AS tinggal hingga setelah 1 Mei, itu akan menjadi semacam pelanggaran perjanjian.
"Pelanggaran itu tidak akan dari pihak kami. Pelanggaran mereka akan mendapat reaksi," kata Suhail.
Mantan diplomat Afghanistan Omar Samad dan rekan senior di Dewan Atlantik mengatakan bahwa Taliban selalu menindaklanjuti ancaman serta tujuan mereka dan bahwa Pentagon telah membuat persiapan untuk skenario apa pun.
"Pada saat yang sama hari ini kami mendengar bahwa Taliban telah memberikan cetak biru kepada Amerika untuk pengurangan kekerasan yang menurut saya sangat penting. Ini bisa membuka jalan untuk konsesi, seperti mungkin memperpanjang masa tinggal Amerika di Afghanistan selama beberapa bulan sebagai hasil dari kesepakatan politik," kata Samad.
"Memajukan konferensi di Turki bulan depan, ada banyak masalah yang dapat diselesaikan secara politis untuk menghindari skenario perang, yang diinginkan oleh rakyat Afghanistan," imbuhnya.
baca juga: Senator AS Duga Ada Motif Rasial pada Penembakan di Atlanta
Negosiasi antara Taliban dan pemerintah Afghanistan di ibu kota Qatar, Doha, mengalami kesulitan untuk mendapatkan momentum dan kekerasan telah meningkat. Utusan khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, juga telah melakukan perjalanan di wilayah itu dalam beberapa pekan terakhir dengan proposal termasuk pemerintah sementara Afghanistan dan pertemuan puncak di Turki untuk memulai proses perdamaian.
Dalam surat yang diucapkan dengan tajam kepada Ghani awal bulan ini, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan sangat mendesak untuk membangun perdamaian di Afghanistan. Dia juga memperingatkan kemungkinan besar Taliban akan mendapatkan keuntungan teritorial dengan cepat jika pasukan AS dan NATO mundur. (OL-3)
Setelah satu tahun ditahan tanpa dakwaan, peneliti bahasa AS Dennis Coyle akhirnya dibebaskan oleh Taliban.
Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara konflik maut demi menghormati Idul Fitri, menyusul serangan udara di Kabul yang menewaskan ratusan jiwa.
Tragedi berdarah terjadi saat Ramadan di Kabul. Serangan udara Pakistan mengenai RS Omid, menewaskan ratusan pasien yang sedang berbuka puasa dan salat.
Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul hancur akibat serangan udara. Taliban tuduh Pakistan sebagai pelakunya, sementara ketegangan lintas batas meningkat.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved