Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNI Eropa (UE), Kamis, meminta Israel untuk berhenti menghancurkan bangunan Palestina, termasuk yang didanai UE.
“Uni Eropa mengulangi seruannya pada Israel untuk menghentikan semua penghancuran seperti itu, termasuk bangunan yang didanai Uni
Eropa, khususnya sehubungan dengan dampak kemanusiaan dari pandemi virus korona saat ini,” kata juru bicara Peter Stano dalam sebuah pernyataan. Dia pun mengatakan bahwa hal seperti itu merupakan penghalang menuju solusi dua negara.
Pekan ini, kata Stano, pasukan Israel menghancurkan lebih dari 70 bangunan, termasuk permukiman, mata pencarian, dan fasilitas sanitasi milik 11 keluarga Palestina.
Siaran pers mencatat bahwa 52 sekolah Palestina juga berada di bawah ancaman pembongkaran, termasuk satu di Tepi Barat pusat yang didanai bersama oleh Uni Eropa dan beberapa negara anggota.
“Uni Eropa menyerukan perlindungan anak-anak, termasuk memastikan hak mereka atas pendidikan di lingkungan sekolah yang aman dan terjamin,” katanya.
“Pendidikan adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi dan dipertahankan,” tambahnya.
700 bangunan dihancurkan
Hampir 700 bangunan telah dihancurkan di Tepi Barat dan Jerusalem Timur pada 2020 sejauh ini, katanya, lebih dari tahun mana pun sejak 2016, menyebabkan 869 warga Palestina kehilangan tempat tinggal.
Administrasi Sipil Israel, badan yang bertugas menjalankan pendudukan, mengatakan telah melakukan aktivitas penegakan hukum terhadap tujuh tenda dan delapan kandang yang dibangun secara ilegal, di tempat tembak yang terletak di Lembah Jordan.
Angka-angka itu bertentangan dengan pernyataan PBB dan laporan di tempat oleh kelompok hak asasi manusia Israel terkemuka, B’Tselem,
yang mengatakan pasukan menghancurkan 18 tenda dan menampung 11 keluarga, 29 tenda, dan gudang yang digunakan sebagai kandang ternak, tiga gudang penyimpanan, sembilan tenda digunakan sebagai dapur, 10 toilet portabel, 10 kandang ternak, 23 wadah air, dua panel surya, serta bak makan dan penyiram an untuk ternak.
Pasukan Israel juga menghancurkan lebih dari 30 ton makanan untuk ternak dan menyita satu kendaraan dan dua traktor milik tiga warga,
kelompok itu menambahkan.
“Sebagai bagian dari upayanya untuk mengambil alih semakin banyak tanah Palestina, Israel secara rutin menghancurkan rumah dan pro perti Palestina,” kata juru bicara B’Tselem Amit Gilutz.
“Namun, penghapusan seluruh komunitas sekaligus sangat jarang dan sepertinya Israel memanfaatkan fakta bahwa perhatian semua orang
saat ini diarahkan ke tempat lain untuk bergerak maju dengan tindakan tidak manusiawi ini,” katanya mengacu pada pemilihan AS.
Israel merebut Tepi Barat dari pasukan Yordania pada 1967 dan terus menguasai dan menduduki daerah tersebut, meskipun Palestina memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas atas kantong-kantong kecil.
Perdana menteri garis keras negara itu, Benjamin Netanyahu, mengatakan dia bermaksud untuk mencaplok sebagian besar wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Lembah Jordan, meskipun rencana itu untuk sementara ‘ditangguhkan’ sebagai bagian dari kesepakatan dengan Uni Emirat Arab. (AA/The Guardian/I-1)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved