Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUASA Gaza, Hamas, dan saingan mereka, Fatah, di Tepi Barat yang diduduki, Kamis (24/9), sepakat mengadakan pemilihan umum (Pemilu) Palestina pertama sejak 2006. Keduanya bersatu dalam menentang kesepakatan normalisasi Arab-Israel.
Pemungutan suara akan dijadwalkan dalam enam bulan di bawah kesepakatan yang dicapai antara pemimpin Fatah, Mahmud Abbas, dan kepala politik Hamas, Ismail Haniyeh. "Pertama, kami sepakat mengadakan pemilihan legislatif, kemudian pemilihan presiden Otoritas Palestina, dan terakhir Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)," kata Jibril Rajub, seorang pejabat senior Fatah.
Pemilihan parlemen Palestina terakhir pada 2006 menghasilkan Hamas menang telak yang tak terduga. Pada tahun berikutnya, perang saudara yang nyaris terjadi antara kedua faksi.
Seorang pejabat tinggi Hamas, Saleh al-Arouri, mengatakan kesepakatan itu dicapai selama pertemuan yang diadakan di Turki. "Kali ini kami mencapai konsensus yang nyata," katanya, berbicara kepada AFP melalui telepon dari Istanbul. "Perpecahan telah merusak tujuan nasional kami dan kami sedang berusaha untuk mengakhirinya."
Upaya rekonsiliasi intra-Palestina menjadi semakin mendesak setelah Uni Emirat Arab dan Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel alias menjadi negara ketiga dan keempat Arab dalam hal tersebut. Mesir dan Yordania masing-masing menandatangani kesepakatan damai dengan negara Yahudi itu pada 1979 dan 1994. (OL-14)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved