Hamas dan Fatah Sepakat Gelar Pemilu Palestina

Wisnu Arto Subari
25/9/2020 07:04
Hamas dan Fatah Sepakat Gelar Pemilu Palestina
Pengunjuk rasa Palestina berdiri di belakang perisai yang dicat dengan warna bendera Israel awal Juli lalu..(AFP/Jaafar Ashtiyeh)

PENGUASA Gaza, Hamas, dan saingan mereka, Fatah, di Tepi Barat yang diduduki, Kamis (24/9), sepakat mengadakan pemilihan umum (Pemilu) Palestina pertama sejak 2006. Keduanya bersatu dalam menentang kesepakatan normalisasi Arab-Israel.

Pemungutan suara akan dijadwalkan dalam enam bulan di bawah kesepakatan yang dicapai antara pemimpin Fatah, Mahmud Abbas, dan kepala politik Hamas, Ismail Haniyeh. "Pertama, kami sepakat mengadakan pemilihan legislatif, kemudian pemilihan presiden Otoritas Palestina, dan terakhir Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)," kata Jibril Rajub, seorang pejabat senior Fatah.

Pemilihan parlemen Palestina terakhir pada 2006 menghasilkan Hamas menang telak yang tak terduga. Pada tahun berikutnya, perang saudara yang nyaris terjadi antara kedua faksi.

Seorang pejabat tinggi Hamas, Saleh al-Arouri, mengatakan kesepakatan itu dicapai selama pertemuan yang diadakan di Turki. "Kali ini kami mencapai konsensus yang nyata," katanya, berbicara kepada AFP melalui telepon dari Istanbul. "Perpecahan telah merusak tujuan nasional kami dan kami sedang berusaha untuk mengakhirinya."

Upaya rekonsiliasi intra-Palestina menjadi semakin mendesak setelah Uni Emirat Arab dan Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel alias menjadi negara ketiga dan keempat Arab dalam hal tersebut. Mesir dan Yordania masing-masing menandatangani kesepakatan damai dengan negara Yahudi itu pada 1979 dan 1994. (OL-14)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya