Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki, Selasa (22/9), menyampaikan negaranya mundur dari kursi ketua pertemuan Liga Arab. Hal itu sebagai bentuk protes Palestina terhadap kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik antara sejumlah negara Arab dan Israel.
Maliki mengutuk normalisasi hubungan formal dengan Israel. Menurutnya, langkah itu merupakan tindakan tidak terhormat dan mengkhianati rakyat Palestina.
"Palestina telah memutuskan melepaskan hak untuk memimpin dewan Liga (menteri luar negeri) pada sesi saat ini. Tidak ada kehormatan melihat orang Arab terburu-buru menuju normalisasi dengan Israel selama masa kepresidenannya," kata Maliki.
Baca juga: Dukung Palestina Merdeka, Jokowi: No Country Should be Left Behind
Palestina seharusnya memimpin pertemuan Liga Arab selama enam bulan ke depan. Tetapi, Maliki mengatakan pada konferensi pers di Kota Ramallah, Tepi Barat, mereka tidak lagi menginginkan posisi itu.
Dalam sambutannya, dia tidak menyebut secara spesifik Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain sebagai negara-negara Teluk Arab yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Dia hanya mengatakan Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit telah diberitahu tentang keputusan Palestina.
Adapun, warga Palestina telah menyaksikan kesepakatan yang ditandatangani UEA dan Bahrain dengan Israel di Washington, seminggu yang lalu.
Palestina menyebut langkah itu sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan mereka dan pukulan bagi upaya mereka untuk mendirikan negara merdeka di wilayah yang diduduki Israel.
Awal bulan ini, Palestina gagal membujuk Liga Arab untuk mengutuk negara-negara yang melanggar dan menormalisasi hubungan dengan Israel. Hal itu menambah tekanan pada negara teluk yang tengah memperjuangkan kemerdekaannya.
Pimpinan Palestina menginginkan negara merdeka berdasarkan perbatasan de facto sebelum perang 1967, dengan Israel menduduki Tepi Barat dan Jalur Gaza serta mencaplok Jerusalem Timur.
Negara-negara Arab telah lama menyerukan penarikan Israel dari tanah yang diduduki secara ilegal, solusi yang adil bagi pengungsi Palestina dan penyelesaian yang mengarah pada pembentukan negara Palestina yang layak dan merdeka, sebagai imbalan untuk menjalin hubungan dengannya.
Dalam langkah baru menangani perpecahan internal Palestina, pejabat dari faksi Fatah Presiden Mahmoud Abbas yang berbasis di Tepi Barat dan gerakan Hamas yang berbasis di Gaza akan mengadakan pembicaraan rekonsiliasi di Turki pada Selasa.
Hamas merebut Jalur Gaza pada 2007 dari pasukan Fatah selama pertempuran singkat. Perbedaan atas pembagian kekuasaan telah menunda implementasi kesepakatan persatuan yang disepakati sejak saat itu. (AlJazeera/OL-1)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved