Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemimpin dunia, Minggu (9/8), sepakat menggelontorkan dana lebih dari 250 juta euro untul Libanon.
Prancis, tuan rumah konferensi para pemimpin negara, mengatakan dana bantuan itu akan dikirimkan langsung ke populasi yang paling terpengaruh ledakan di dermaga Beirut.
Sebanyak 15 pemimpin negara, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ambil bagian dalam konferensi daring yang dipimpin Presiden Prancis Emmanuel Macron dan PBB untuk menyatakan solidaritas mereka untuk warga Libanon dan menjanjikan bantuan sumber daya untuk mereka.
Baca juga: Demonstran Libanon Tuntut Pemerintahan Diab Mundur
Pernyataan bersama yang dirilis pascapertemuan itu tidak menyebut jumlah dana bantuang yang disiapkan untuk Libanon. Namun, Prancis mengatakan dana yang akan dikumpulkan segera berjumlah 252,7 juta euro, termasuk 30 juta euro dari 'Negeri Mode' itu.
Macron menjadi pemimpin dunia pertama yang berkunjung ke Libanon pascaledakan amonium nitrat pada Selasa (4/8) yang menewaskan lebih dari 150 orang, melukai sekitar 6 ribu orang, dan menyebabkan kurang lebih 300 ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Pernyataan bersama para pemimpin dunia itu juga menggarisbawahi kekhawatiran mereka mengenai korupsi di tubuh pemerintahan Libanon.
"Para pemimpin negara sepakat bantuan mereka harus diberikan segera, secara efisien, dan konsisten bagi warga Libanon. Bantuan ini akan diberikan melalui koordinasi dengan PBB secara langsung kepara warga Libanon," ungkap para pemimpin dunia itu dalam pernyataan bersama. (AFP/OL-1)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved