Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMONSTRASI antipemerintah, Minggu (9/8), di ibu kota Libanon, Beirut, yang berujung rusuh menuntut semua pejabat pemerintahan Libanon mundur.
Perdana Menteri Hassan Diab bersama para menteri dinilai telah gagal memperbaiki krisis di negara itu baik krisis ekonomi maupun keamanan yang berujung pada ledakan dahsyat, Selasa (4/8) lalu.
Dikutip France24, dalam demonstrasi hari kedua tersebut, pengunjuk rasa melempar batu, memblokir jalan dekat, dan bahkan melakukan pembakaran. Untuk membubarkan massa yang beringas, aparat keamanan Libanon terpaksa menembakkan gas air mata.
"Kami memberi para pemimpin ini begitu banyak kesempatan membantu kami dan mereka selalu gagal. Kami ingin mereka semua mundur, terutama Hizbullah, karena mereka adalah milisi dan hanya mengintimidasi orang-orang dengan senjata," kata Walid Jamal, seorang demonstran yang turut dalam aksi tersebut.
Baca juga: Pasukan Keamanan Libanon Bentrok dengan Pemrotes
Dia mengatakan keterlibatan kelompok bersenjata Hizbullah sebagai bagian dari krisis keamanan di negara itu. Pasalnya, milisi yang didukung Iran itu sangat berpengaruh di Libanon dan memiliki menteri dalam pemerintahan.
Ulama terkemuka Libanon Maronit Kristen, Patriark Bechara Boutros al-Rai, mengatakan semua anggota kabinet harus mundur. Ledakan Beirut merupakan puncak dari kegagalan pemerintah, sehingga tidak hanya satu pejabat yang mundur.
"Pengunduran diri seorang anggota parlemen atau menteri tidak cukup. Seluruh pemerintah harus mengundurkan diri karena tidak dapat membantu negara pulih," katanya.
Bersamaan dengan aksi tersebut, Minggu (9/8), Menteri Informasi Manal Abdel Samad menyatakan mengundurkan diri dari pemerintahan Perdana Menteri Hassan Diab.
Dia mengungkapkan alasan dirinya mundur adalah karena ledakan dan kegagalan pemerintah melakukan reformasi.
Kepergian Manal diikuti pengunduran diri Menteri Lingkungan Libanon Damianos Kattar. Dia mengatakan telah kehilangan harapan dalam rezim yang menghancurkan beberapa peluang.
"Mengingat malapetaka besar, saya telah memutuskan menyerahkan pengunduran diri saya dari pemerintahan," ungkapnya.
Adapaun, ledakan lebih dari 2.000 ton amonium nitrat pada Selasa (4/8) menewaskan 158 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang. Hal itu menambah runtuhnya politik dan ekonomi Libanon dan memicu seruan keras agar pemerintah mundur. (OL-1)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved