Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMONSTRAN di Libanon, Sabtu (8/8), menyerbu sejumlah gedung kementerian dalam rangkaian aksi terkoordinasi setelah ledakan yang dituding terjadi karena ketelodoran pemerintah memicu kemarahan warga.
Sabtu (8/8) diawali dengan upacara pemakaman bagi sekitar 158 korban ledakan besar pada Selasa (4/8). Namun, kemarahan warga berpuncak pada demonstrasi antipemerintah.
Saat pasukan keamanan fokus menjaga aksi demonstrasi di Alun-Alun Martir, sebuah kelompok yang dipimpin seorang pensiunan militer berhasil menyusup ke Kementerian Luar Negeri dan menyatakan bangunan itu sebagai markas revolusi.
Baca juga: Macron Usulkan Investigasi Internasional
Aksi itu menandai perkembangan baru dari strategi kelompok demonstran yang sebelumnya bak kehabisan bensin namun kembali menyeruak pascaledakan di Beirut.
Namun, aksi pendudukan kantor Kementerian Luar Negeri itu hanya berlangsung selama kurang dari tiga jam.
Militer Libanon yang menggunakan peluru karet dan gas air mata berhasil mengusir sekitar 200 demonstran yang membakar gambar Presiden Michel Aoun di gedung tersebut.
"Kami kini berperang dengan pemerintah," ujar aktivis Hayat Nazer di tengah asap gas air mata. "Ini perang!"
Kelompok demonstran lainnya menyerbu Kementerian Keuangan, Asosiasi Bank Libanon, dan Kementerian Energi sebelum diusir militer.
Kementerian energi menjadi salah satu sasaran demonstran setelah selama beberapa bulan terakhir terjadi pemadaman listrik karena secara de facto pemerintah Libanon telah bangkrut.
"Mereka berkuasa di Libanon selama 30 tahun, kini Libanon menjadi milik kami," seru seorang demonstran. (AFP/OL-1)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved