Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEDUTAAN Besar RI untuk Libanon memastikan bahwa semua WNI yang berada di negara itu aman dan selamat dari ledakan dahsyat yang mengguncang ibu kota Libanon, Beirut.
“Berdasarkan pengecekan terakhir, seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat. Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 di antara mereka ialah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa,” kata Dubes RI untuk Libanon, Hajriyanto Y Thohari, melalui keterangan resmi, kemarin.
Melalui grup Whatsapp dan simpul-simpul WNI, KBRI mengimbau para WNI untuk segera melapor apabila berada dalam situasi tidak aman. KBRI juga berkomunikasi dengan kepolisian setempat dan meminta laporan bila ada perkembangan terbaru mengenai kondisi WNI.
“Satu orang WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfi rmasi aman,” kata Hajriyanto.
Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Libanon, Hamzah Lubis, mengonfirmasi bahwa tidak ada mahasiswa Indonesia yang menjadi korban jiwa. “Sudah kita data semua, ada 65 mahasiswa di sini, alhamdulillah semua aman,” ungkapnya kepada Media Indonesia.
Hamzah menjelaskan, tempat tinggal mahasiswa Indonesia hampir semuanya jauh dari lokasi ledakan. Yang terdekat ialah Kantor PPI dengan radius kurang lebih 5 km dari titik ledakan.
“Untuk radius 2 km itu sudah disterilkan. Kita yang berada di radius 5 km masih cukup aman. Paling kaca jendela yang pecah,” tambahnya.
Ditambahkannya, warga tetap waspada lantaran ledakan timbul dari bahan kimia yang bisa membahayakan. PPI juga terus berkoordinasi dengan KBRI Libanon dan menginformasikan bahwa seorang WNI mengalami luka ringan.
Ledakan dahsyat
Tim penolong kemarin masih terus mencari korban selamat dari dua ledakan yang terjadi di gudang di pelabuhan Libanon, Selasa (4/8) sore waktu setempat. Kejadian itu menewaskan lebih dari 100 orang, melukai ribuan lainnya, dan membuat Libanon makin terpuruk setelah sebelumnya dilanda krisis ekonomi.
Penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Pejabat Libanon menghubungkan ledakan itu dengan kebakaran yang memicu sekitar 2.750 ton amonium nitrat hasil sitaan yang tersimpan selama enam tahun terakhir. Dahsyatnya ledakan membuat guncangannya terasa hingga ke Kepulauan Cyprus yang berjarak 240 km dari lokasi.
Kejadian ini merupakan ledakan terhebat di Beirut, yang pernah menjadi ajang pertempuran dalam perang si pil 1975-1990 dan konflik berkepanjangan dengan Israel serta serangan teror bom.
Gubernur Beirut, Marwan Abboud, mengatakan lebih dari 300 ribu orang kini kehilangan rumah. Nilai total kerusakan diperkirakan mencapai hingga US$5 miliar. “Kami terus berupa ya menyediakan makanan, air, dan tempat tinggal sementara bagi korban,” ujarnya.
Bantuan kemanusiaan dari negara-negara lain kini terus mengalir. Turki membangun rumah sakit lapangan, Prancis akan mengirim obat-obatan dan perlengkapan lainnya, sementara Australia akan menyumbang AUS$2 juta untuk membantu makanan, perawatan medis, dan kebutuhan pokok. (Hym/Wan/Pro/AFP/X-11)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved