AS Dakwa Empat Ilmuwan Tiongkok Curi Teknologi

Basuki Eka Purnama
24/7/2020 06:20
AS Dakwa Empat Ilmuwan Tiongkok Curi Teknologi
Bendera Tiongkok berkibar di Konsulat Tiongkok di San Francisco tempat seorang ilmuwan melarikan diri dari kejaran pemerintah AS.(AFP/Philip Pacheco)

DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (AS), Kamis (23/7), mengumumkan dakwaan terhadap empat ilmuwan Tiongkok yang dituding berbohong karena memiliki keterkaitan dengan militer Tiongkok dengan salah satunya melarikan diri ke konsulat Tiongkok di San Francisco.

Departemen Kehakiman AS mengatakan keempat ilmuwan itu merupakan bagian dari upaya Tiongkok menginfiltrasi institusi AS dengan mnencuri teknologi dan ilmu pengetahuan.

"Ini merupakan bagian dari rencana Partai Komunis Tiongkok memanfaatkan keterbukaan AS dan mengeksploitasi institusi akademik AS," ujar Wakil Jaksa Agung AS John Demers.

Baca juga: Tiongkok Ancam Tutup Konsulat AS di Chengdu

Sebelum pengumuman dari Departemen Kehakiman AS itu, Beijing mengecam hal itu dan menuding apa yang dilakukan AS adalah persekusi politik.

"Pemerintah AS terus memonitor, melecehkan dan bahkan dengan sengaja menahan pelajar dan ilmuwan Tiongkok di AS serta menuding mereka tanpa bukti apa pun," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin.

"Tiongkok akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan dan hak warga negara Tiongkok," lanjutnya.

Keempat ilmuwan Tiongkok itu terancam hukuman penjara selama 10 tahun dan denda sebesar US$250 ribu atas tuduhan pemalsuan visa. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya