Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAYORITAS anggota Partai Demokrat di DPR Amerika Serikat kemarin menandatangani surat yang memperingatkan Israel terhadap rencana pencaplokan Tepi Barat. Mereka menyebut rencana itu akan merusak upaya normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara tetangga dan Eropa.
“Kami secara konsisten mendukung negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina yang akan menghasilkan dua negara untuk dua bangsa. Kami menyatakan keprihatinan yang mendalam karena upaya meng aneksasi wilayah secara sepihak di Tepi Barat setelah 1 Juli akan membuat tujuan-tujuan tersebut lebih sulit untuk dicapai,” ungkap para politikus.
Surat itu memperingatkan pencaplokan sepihak oleh Israel berisiko semakin memperburuk hubungan Israel dengan Eropa. “Risiko itu bisa merusak kepentingan jangka panjang Israel,” kata para penulis.
Surat resmi itu sejauh ini telah mengumpulkan dukungan dari 191 Demokrat dari 233 anggota di DPR. Langkah ini menunjukkan dukungan bipartisan, yang lama terlihat di Capitol Hill untuk Israel, mungkin terkikis.
Sementara itu, pemerintahan Presiden Donald Trump belum memutuskan posisinya tentang rencana aneksasi Israel. Pemerintahan Trump akan mengadakan konsultasi tambahan dengan para pejabat Israel. Seorang pejabat senior mengatakan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman dan utusan khusus Trump untuk perdamaian Timur Tengah, Avi Berkowitz, akan segera melakukan perjalanan ke Israel.
Bulan lalu, PM Israel Netanyahu mengumumkan pemerintahnya akan secara resmi mencaplok Lembah Yordania dan semua blok permukiman di Tepi Barat, yang telah didudukinya sejak 1967. Sementara itu, hukum internasional memandang Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sebagai wilayah pendudukan.
Jadi, rencana pembangunan permukiman Yahudi dan aneksasi di wilayah itu merupakan tindakan ilegal. Para pejabat Palestina telah mengancam untuk keluar dari perjanjian bilateral dengan Israel jika rencana pencaplokan Tepi Barat berlanjut.
Tiga faktor
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, mengatakan ada tiga faktor yang membuat Israel bergerak cepat untuk melakukan aneksasi Tepi Barat dan Lembah Yordan. Faktor pertama ialah sedang terjadinya pelemahan Amerika Serikat di dalam negeri akibat krisis rasial yang terus memuncak.
“Krisis di dalam negeri tersebut akhirnya membuka mata dunia atas kerapuhan Amerika Serikat secara ekonomi dan keamanan dalam negeri sebagaimana dibuktikan dengan merosotnya pertumbuhan ekonomi dan meroketnya angka pengangguran,” ujarnya.
Kemudian, faktor kedua ialah merosotnya kepemimpinan global Amerika Serikat secara militer dan diplomatik. Hal ini terbukti di Laut China Selatan, yakni Washington tak mampu lagi menekan Tiongkok. AS juga harus melihat kedahsyatan militer Tiongkok secara kualitatif dan kuantitatif di darat, laut, udara, dan ruang angkasa.
Faktor ketiga, lanjut Teuku, ialah melemahnya solidaritas Gerakan Non-Blok (GNB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) atas nasib masyarakat Palestina karena perekonomian negara-negara di kelompok tersebut rontok akibat pandemi covid-19. (Ant/X-11)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved