DPR Dukung Langkah Menlu Dorong OKI Tolak Aneksasi Israel

Cahya Mulyana
12/6/2020 14:44
DPR Dukung Langkah Menlu Dorong OKI Tolak Aneksasi Israel
Warga Palestina menginjak bendera Israel sebagai protes atas upaya aneksasi Israel ke wilayah Palestina(SAID KHATIB / AFP)

ISRAEL bersikeras menganeksasi Palestina yang pasti mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan. Negara-negara Islam di Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan negara anti perang berekasi keras melawan rencana itu.

Hal yang sama juga terjadi di kawasan Samudera Hindia dengan meningkatnya ketegangan antara China dan India terkait perbatasan kawasan laut. Pasukan kedua blok terus mempersiapkan diri menghadapi tekanan yang terus meningkat. Bahkan TNI pun terus memantau ketegangan yang terjadi. Sialnya semua itu terjadi disaat dunia masih belum selesai memerangi pandemi covid-19.

Anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya, mengatakan langkah Menteri Luar Negeri yang mendorong negara OKI bersatu dan memobilisasi kekuatan melawan rencana Israel patut memperoleh dukungan. Menurutnya, sisa-sisa pikiran dan watak perang dunia harus dilawan dengan tegas.

“Menteri luar negeri sudah tepat menginisiasi gerakan diplomatik memobilisasi kekuatan dari OKI melawan Israel. Ini sejalan dengan janji Presiden Jokowi juga. Selain OKI perlu juga pemetaan sikap negara non OKI untuk membentuk dukungan dunia secara lebih luas. Bukan hanya soal Palestina, tapi semua bentuk penjajahan yang terjadi di berbagai belahan dunia semisal di Yaman, Afganistan dan lainnya,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (12/6).

Politisi Partai NasDem ini menyatakan geram dengan masih bersemayamnya pikiran-pikiran dan watak sisa perang dunia. Disaat ada musuh kemanusiaan bersama berupa pandemi covid 19, pikiran untuk menganeksasi, menguasai wilayah dan sejenisnya menurutnya adalah pikiran dan watak biadab.

Dia geram dengan pikiran pimpinan negara yang tidak mengubah cara pandanganya dalam membangun peradaban dunia. Jutaan warga dunia yang tewas karena pandemi harusnya menjadi pemersatu dan pertimbangan membentuk pola peradaban baru yang lebih humanis dan berkesadaran lingkungan.

“Kita tidak akan melihat new normal dunia kalau ketegangan yang ada sebelum pandemi ternyata tidak bisa diatasi secara manusiawi dengan melihat covid-19 yang membunuh manusia tanpa batas negara. Organisasi-organisasi dunia harus bergerak cepat dan tegas untuk mengatasi masalah ini, kalau masih mau dihormati sebagai instrument internasional,” ujarnya.

Dia menambahkan, Indonesia sebagai anggota di banyak organisasi Internasional harus bertindak tegas dan terukur untuk memajukan peradaban internasional yang lebih baik. Menurutnya keanggotaan negara-negara dunia di organisasi internasional semestinya di maknai sebagai upaya untuk menjaga keadaban yang terkoyak paska perang. Namun semakin hari hal ini yang justru terus di gerus dengan berbagai cara.

“Menolak menggunakan instrumen perdamaian internasional adalah cara untuk melanggengkan konflik dan bahan bakar peperangan. Israel yang tidak manut kesepakatan damai inisiasi organisasi dunia, China yang menolak mekanisme UNCLOS, Amerika yang arogan merasa diatas organisasi dunia, semuanya semestinya berubah dengan adanya serangan covid-19. Namun ternyata yang terlihat masih sama seperti sebelumnya, belum cukup rupanya bekal untuk perubahan,” jelasnya.

Willy yang juga Wakil Ketua Fraksi NasDem di DPR, menegaskan Indonesia yang merupakan negara yang dipandang banyak pihak sebagai negara yang strategis harus mengambil peran aktif membangun konsensus-konsensus baru dunia.

“Apa yang dilakukan kemenlu harus dibekali blue print konsensus tawaran Indonesia. Demikian juga apa yang bisa dilakukan DPR di IPU (inter-Parliamentary Union). Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila bisa memulainya,” pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya