Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kerja Sama Islam (OKI), Minggu (15/9), menyatakan mengecam keras janji aneksasi Tepi Barat yang diungkapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjelang pemilu.
Netanyahu yang berusaha terpilih kembali dalam pemilu Israel, Selasa (17/9), membuat janji kontroversial pada pekan lalu untuk menganeksasi Lembah Yordania, yang mencakup sepertiga kawasan Tepi Barat.
Dia juga mengulang niatnya untuk menganeksasi permukiman Israel di kawasan Tepi Barat. Namun, janji ini menunggu persetujuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Pascapertemuan darurat menteri luar negeri di Kota Jeddah, OKI menegaskan menolak total dan mengecam keras pernyataan Netanyahu.
"Pernyataan itu berbahaya karena secara sengaja mengabaikan upaya internasional untuk menciptakan perdamaian serta mendorong kawasan menuju kekerasan dan instabilitas," ujar organisasi beranggotakan 57 negara itu.
Baca juga: PBB Sebut Rencana Aneksasi Netanyahu Langgar Hukum Internasional
Pertemuan darurat menteri lua rnegeri OKI itu digelar atas permintaan Arab Saudi yang dengan keras mengecam janji Netanyahu itu.
Pernyataan OKI itu terjadi saat pemerintah Israel, Minggu (15/9) menyetujui permukiman baru di kawasan Tepi Barat.
Kabinet Israel sepakat menjadikan permukiman liar Mevoot Yericho di Lembah Yordania menjadi permukiman resmi.
Aksi Netanyahu itu disebut menghancurkan harapan yang tersisa untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina dengan solusi dua negara.
Janji Netanyahu untuk menganeksasi Lembah Yordania telah dikecam keras oleh Palestina, PBB, Uni Eropa, dan negara-negara Arab. (AFP/OL-2)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved