OKI Kecam Janji Aneksasi Netanyahu

Basuki Eka Purnama
16/9/2019 07:12
OKI Kecam Janji Aneksasi Netanyahu
Pertemuan Menteri Luar Negeri negara anggota OKI di Arab Saudi(AFP/STR)

ORGANISASI Kerja Sama Islam (OKI), Minggu (15/9), menyatakan mengecam keras janji aneksasi Tepi Barat yang diungkapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjelang pemilu.

Netanyahu yang berusaha terpilih kembali dalam pemilu Israel, Selasa (17/9), membuat janji kontroversial pada pekan lalu untuk menganeksasi Lembah Yordania, yang mencakup sepertiga kawasan Tepi Barat.

Dia juga mengulang niatnya untuk menganeksasi permukiman Israel di kawasan Tepi Barat. Namun, janji ini menunggu persetujuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pascapertemuan darurat menteri luar negeri di Kota Jeddah, OKI menegaskan menolak total dan mengecam keras pernyataan Netanyahu.

"Pernyataan itu berbahaya karena secara sengaja mengabaikan upaya internasional untuk menciptakan perdamaian serta mendorong kawasan menuju kekerasan dan instabilitas," ujar organisasi beranggotakan 57 negara itu.

Baca juga: PBB Sebut Rencana Aneksasi Netanyahu Langgar Hukum Internasional

Pertemuan darurat menteri lua rnegeri OKI itu digelar atas permintaan Arab Saudi yang dengan keras mengecam janji Netanyahu itu.

Pernyataan OKI itu terjadi saat pemerintah Israel, Minggu (15/9) menyetujui permukiman baru di kawasan Tepi Barat.

Kabinet Israel sepakat menjadikan permukiman liar Mevoot Yericho di Lembah Yordania menjadi permukiman resmi.

Aksi Netanyahu itu disebut menghancurkan harapan yang tersisa untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina dengan solusi dua negara.

Janji Netanyahu untuk menganeksasi Lembah Yordania telah dikecam keras oleh Palestina, PBB, Uni Eropa, dan negara-negara Arab. (AFP/OL-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya