Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara (Korut), Selasa (10/9), menembakkan proyektil ke laut, menurut militer Korea Selatan (Korsel). Tindakan itu datang beberapa jam setelah Pyongyang mengatakan pihak mereka bersedia untuk mengadakan pembicaraan bulan ini dengan Amerika Serikat (AS).
Negosiasi antara Pyongyang dan Washington telah macet sejak pertemuan puncak kedua antara pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump pada Februari berakhir tanpa kesepakatan.
Militer Korsel mengatakan, Korut dua kali meluncurkan 'proyektil tak dikenal' Selasa pagi di arah timur. Benda-benda itu terbang sekitar 330 kilometer (205 mil) dari daerah Kaechon di Provinsi Pyongan Selatan.
"Kami mendesak Korut untuk menghentikan tindakan semacam itu yang meningkatkan ketegangan di kawasan," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.
Tidak ada rincian lebih lanjut yang segera tersedia tetapi itu adalah yang terbaru dalam serangkaian provokasi. Peluncuran sebelumnya telah diidentifikasi sebagai rudal jarak pendek.
"Kami mengetahui laporan proyektil yang diluncurkan dari Korea Utara," kata seorang pejabat senior AS. "Kami terus memantau situasi dan berkonsultasi dengan sekutu kami di wilayah ini."
Baca juga: Pemimpin Hong Kong Peringatkan AS Tak Ikut Campur
Trump dan Kim telah sepakat untuk memulai kembali dialog selama pertemuan dadakan di Zona Demiliterisasi yang membagi Korut yang memiliki senjata nuklir dan Korsel pada Juni, tetapi pembicaraan itu belum dimulai.
"Kami memiliki kemauan untuk duduk bersama pihak AS untuk diskusi komprehensif tentang masalah yang sejauh ini telah kami ambil pada waktu dan tempat yang akan disepakati akhir September," kata Choe Son Hui, Wakil Menteri Luar Negeri Korut, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kantor berita resmi Korut, KCNA, Senin.
Komentar Choe menyusul peringatannya pada akhir Agustus bahwa 'harapan dialog Korea Utara dengan AS berangsur-angsur menghilang'. Itu setelah Pyongyang melakukan serangkaian uji coba senjata untuk memprotes latihan militer bersama AS-Korsel.
Ditanya tentang proposal untuk pembicaraan tingkat rendah pada September, Trump mengatakan kepada wartawan, "Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Chairman Kim. Saya selalu mengatakan pertemuan adalah hal yang baik. Kita akan lihat apa yang terjadi."
Sebuah laporan yang diterbitkan oleh panel ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa pekan lalu mengatakan pengembangan hulu ledak nuklir Korut belum berhenti, meskipun ada moratorium yang diumumkannya mengenai peledakan nuklir dan peluncuran rudal jarak jauh. (AFP/OL-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved