Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGHANCURAN puluhan rumah milik warga Palestina oleh Israel di dekat tembok pemisah di pinggiran Jerusalem Timur mengejutkan komunitas global.
Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour menilai aksi Israel tersebut sebaiknya diselidiki atas dugaan "kejahatan perang."
Berbicara dalam sebuah sesi di Dewan Keamanan (DK) PBB di New York, Selasa (23/7), Mansour memperlihatkan beberapa foto buldoser, polisi dan tentara Israel yang sedang berada di wilayah Sur Bahir.
Dalam deretan foto itu terlihat sejumlah keluarga Palestina yang pasrah melihat rumah mereka dihancurkan otoritas Israel.
"Senin pagi, para prajurit Israel memasuki rumah-rumah warga, memaksa mereka pergi. Deretan rumah itu kemudian dihancurkan dengan buldoser dan dinamit," kata Mansour, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (24/7).
"Peristiwa tersebut begitu mengejutkan dan memilukan. Ini adalah aksi nyata pembersihan etnis dan penggusuran, dan juga dapat disebut sebagai kejahatan perang yang harus dikecam keras dan diproses hukum," tegasnya.
Baca juga: DK PBB Kecam Penghancuran Perumahan Palestina oleh Israel
Menurut Mansour, penghancuran sekitar 10 apartemen -- sebagian besar masih dalam proses pembangunan -- membuat 17 orang kehilangan tempat tinggal, termasuk 11 anak-anak.
Sekitar 350 warga Palestina lainnya disebut Mansour juga terancam kehilangan tempat bermukim.
Militer Israel menganggap rumah-rumah itu, yang berada dekat tembok pemisah Tepi Barat, sebagai "risiko keamanan."
Mahkamah Agung Israel mengeluarkan putusan yang mendukung militer pada Juni lalu. Putusan itu mengakhiri pertikaian hukum atas puluhan rumah Palestina di Sur Bahir. Putusan MA Israel menetapkan 22 Juli sebagai tenggat waktu penghancuran rumah.
"Kami berpegang teguh pada hukum. Jika Anda membangun tanpa izin, rumah Anda tidak akan dibiarkan tetap berdiri," ucap Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon kepada awak media di luar ruang DK PBB.
"Itulah yang terjadi pada rumah-rumah (etnik) Yahudi dan juga Arab. Pemandangan yang tidak enak untuk dilihat. Kami juga telah melihat foto-foto (penghancuran). Tidak mudah untuk menghancurkan rumah. Tapi itulah hukum yang berlaku di Israel," sambungnya.
Israel menyebut tembok pemisah di dekat Tepi Barat -- yang diproyeksikan sepanjang 720 kilometer saat sudah selesai nanti -- adalah pencegah kemungkinan aksi bom bunuh diri dari wilayah Palestina yang frekuensinya sempat meningkat di awal 2000-an. (Medcom/OL-2)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved