Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRI Hassa binti Salman, putri Raja Arab Saudi Salman Abdulaziz Al Saud, akan diadili di Prancis. Dia dituduh memerintahkan pengawalnya memukuli seorang pekerja.
Kasus terhadap sang putri bermula dari dugaan serangan yang dilakukannya di apartemen Ave Foch, Paris pada September 2016. Dia akan diadili pada 9 Juli mendatang.
Dilansir dari News.com.au, Kamis (13/6), korban mengatakan dia disewa untuk melakukan pekerjaan perbaikan di apartemen Putri Hassa. Namun, sang putri marah saat dia mengambil foto dan menuduh pekerja itu ingin menjualnya ke media.
Pekerja berusia sekitar 40-an itu mengatakan sang putri memerintahkan pengawal untuk memukulinya.
"Bunuh dia, anjing, dia tidak pantas hidup," teriak sang putri, seperti dilaporkan Majalah Le Point.
Baca juga: Lukisan Termahal di Dunia Ada di Kapal Mewah Pangeran Arab Saudi
Pekerja tersebut mengatakan dia dipukul di wajah, tangannya diikat dan dipaksa mencium kaki sang putri selama berjam-jam. Alat-alatnya bahkan disita sebelum dia diizinkan pergi.
Pengawal Putri Hassa yang memukul pekerja tersebut telah didakwa pada 1 Oktober 2016 dengan tuduhan kekerasan bersenjata, pencurian, mengeluarkan ancaman kematian, dan menahan seseorang di luar kehendak mereka.
Putri Hassa kemungkinan akan absen dari persidangan. Pasalnya, dia belum ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan internasional yang dikeluarkan pada 2017.
Putri Hassa merupakan saudara perempuan putra mahkota Pangeran Mohammed, salah satu pemimpin paling kuat di Timur Tengah.
Kasus hukum yang menimpa keluarga kerajaan Arab Saudi di Prancis bukan sekali ini terjadi.
Sebelumnya, pada 2013, otoritas Prancis memerintahkan penyitaan aset dari Putri Maha al-Sudairi, istri Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Nayef bin Abdulaziz. (Medcom/OL-2)
Dalam acara tersebut, Song Hye Kyo tampil dengan gaun minimalis namun mewah yang memberikan panggung utama bagi perhiasan yang dikenakannya.
Situasi itu menempatkan Indonesia di jalur yang tepat meski belum sepenuhnya aman. Laga melawan Prancis, Selasa (28/4), menjadi kunci penentu status juara grup.
Peneliti ungkap "reset" prasejarah di Paris. DNA kuno menunjukkan pergantian populasi total akibat penyakit pes dan krisis sosial pada zaman megalitikum.
Ketegangan di Libanon Selatan meningkat setelah prajurit UNIFIL asal Prancis kembali gugur. Macron tuding Hizbullah, sementara Presiden Aoun sampaikan duka mendalam.
Meskipun menyandang status warisan budaya UNESCO, konsumsi baguette di Prancis terus merosot. Dari persaingan roti Amerika hingga tren 'neobaker'.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyebut kritik pedas Donald Trump terhadap Paus Leo XIV tidak dapat diterima dan mencederai misi perdamaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved