IMF Sebut Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Ancam Ekonomi Global

Tesa Oktiana Surbakti
07/5/2019 18:05
IMF Sebut Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Ancam Ekonomi Global
Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, kepada wartawan dalam sebuah konferensi di Paris.((Photo by ERIC PIERMONT / AFP))

DANA Moneter Internasional (IMF) menyatakan ketegangan terbaru dari konflik dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, menjadi ancaman utama bagi ekonomi dunia.

"Sudah jelas bahwa ketegangan antara AS dan Tiongkok merupakan ancaman bagi ekonomi global," ujar Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, kepada wartawan dalam sebuah konferensi di Paris.

Baca juga: Qatar Alokasikan US$ 480 Juta Untuk Bantu Palestina

Dia menambahkan berbagai desas-desus dan cuitan yang dilontarkan petinggi dari kedua negara baru-baru ini, memperkecil harapan kesepakatan perdagangan. Presiden AS, Donald Trump, menyentak pasar global dengan ancaman penaikan tarif terhadap komoditas Tiongkok, sebagaimana tertuang dalam akun Twitternya. Pengenaan tarif 10% atas komoditas asal Tiongkok senilai US$ 200 miliar, akan naik menjadi 25% pada Jum'at mendatang.

Pada forum yang sama, Menteri Ekonomi Prancis, Bruno Le Maire, memperingatkan dampak perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. "Kami mencermati dengan hati-hati, bagaimana perundingan antara AS dan Tiongkok sejauh ini. Kami menginginkan negosiasi tetap berpegang pada prinsip transparansi dan multilateralisme," tutur Le Maire.

Lebih lanjut, Le Maire meminta kedua belah pihak untuk menghindari keputusan yang mengancam dan membahayakan pertumbuhan ekonomi global dalam beberapa bulan mendatang.

"Opsi menaikkan tarif adalah jalan buntu dan keputusan negatif bagi semua pihak, termasuk AS, Tiongkok dan zona Eropa. Begitu juga terhadap pertumbuhan ekonomi global," imbuhnya.

Dia menekankan semestinya tidak ada keputusan negatif di tengah periode pelambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Sebab, hal itu semakin menghambat pertumbuhan.

Baca juga: Manajer Tim Bisbol Red Sox Tolak Undangan Gedung Putih

Pemerintah Tiongkok mengungkapkan negosiator perdagangan utama akan mendatangi AS pekan ini. Kunjungan tersebut bertujuan melanjutkan pembicaraan perdagangan dengan pejabat AS. Kedua negara tengah berkutat dalam perundingan untuk menyelesaikan konflik, yang menyebabkan pemberlakuan tarif komoditas senilai US$ 360 miliar dalam perdagangan dua arah.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, menggambarkan proses perundingan sudah mencapai 90%. Akan tetapi, pembicaraan mengalami hambatan dalam beberapa hari terakhir. Dia menyalahkan Tiongkok yang mengingkari komitmen sebelumnya. (AFP/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya