Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara (Korut) menyerahkan tagihan rumah sakit Otto Warmbier, warga Amerika Serikat (AS) yang pernah ditahan Korut dan kembali dalam keadaan koma sebelum akhirnya meninggal kepada AS sebesar US$2 juta atau setara Rp28 miliar.
Warmbier pernah ditahan Korut selama 17 bulan dan akhirnya kembali ke AS dalam keadaan koma pada 2017. Ia dihukum 15 tahun penjara karena mengambil poster propaganda saat berwisata ke Pyongyang pada 2016.
Dilaporkan Guardian, Jumat (26/4), pejabat AS yang dikirim Presiden Donald Trump ke Pyongyang untuk menjemput Warmbier saat itu menandatangani kesepakatan untuk membayar sejumlah tagihan, salah satunya tagihan rumah sakit selama merawat Warmbier.
Namun, tidak jelas apakah tagihan tersebut dikirim ke Kementerian Keuangan AS atau tidak. Pasalnya, saat ini, para pejabat Korut kembali menagih biaya tersebut dan mengklaim AS tidak menepati janji.
Baca juga: Korut Membutuhkan Jaminan Keamanan
Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders enggan menanggapi laporan ini. Sanders hanya mengatakan tidak ada uang yang dikeluarkan untuk membebaskan Warmbier.
Sebelumnya, AS disebut-sebut pernah meminta kompensasi kepada Korut senilai US$500 juta atau setara dengan Rp71,4 triliun untuk diberikan kepada orangtua Warmbier.
Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia sudah mengeluarkan putusan standar pada Desember, memerintahkan Korut membayar US$450 juta dalam ganti rugi hukuman untuk Warmbier dan orangtuanya. Namun, gugatan itu tidak dihiraukan Korut.
Korut telah menolak gugatan tersebut dan membantah bertanggung jawab atas kematian Warmbier. (Medcom/OL-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved