Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah hingga US$ 1 juta atau kurang lebih Rp14,1 miliar bagi yang memiliki infromasi terkait Hamza bin Laden, salah satu putra mantan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden. Hamza, disinyalir telah menjadi pemimpin kelompok militan Islam.
Dia diperkirakan bermarkas dekat wilayah perbatasan Afghanistan dengan Pakistan. Dalam beberapa tahun terakhir, dia merilis sejumlah pesan yang memanggil pengikutnya untuk menyerang AS dan sekutu, sebagai aksi balas dendam kematian sang ayah.
Hamzah kini diperkirakan berusia 30 tahun. Dia oleh AS disebut sebagai teroris global sejak dua tahun lalu. Departemen Luar Negeri AS mengungkapkan Hamza telah menikahi putri Mohammed Atta, salah satu pilot yang sengaja menabrak menara World Trade Center (WTC) di New York.
Baca juga: Putra Osama bin Laden Nikahi Putri Pembajak 9/11
Hamza dikabarkan merupakan putra kesayangan Osama dan diharapkan dapat menjadi pemimpin Al-Qaeda. "Kami yakin dia berada di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Dan, dia kemungkinan akan menyeberang ke Iran. Tetapi, dia bisa berada di mana saja, termasuk Asia bagian tengah selatan," ujar asisten sekretaris keamanan diplomatik, Michael Evanoff.
"Selama periode ini, Al-Qaeda relatif tenang. Tetapi itu merupakan langkah jeda yang strategis, bukan berarti menyerah. Al-Qaeda itu tidak stagnan, mereka bisa kembali bangkit dan mengancam AS serta sekutunya. Jangan diabaikan. Al-Qaeda tetap memiliki kemampuan dan niat untuk menghancurkan kami," tukas koordinator AS untuk penanggulangan terorisme, Nathan Sales.(BBC/OL-7)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved