PJJ akan Diperluas, Pemda Harus Siapkan Infrastruktur dan SDM

mediaindonesia.com
27/4/2026 14:50
PJJ akan Diperluas, Pemda Harus Siapkan Infrastruktur dan SDM
Ilustrasi(Antara)

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa keberhasilan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital, kapasitas tenaga pendidik, serta akurasi data anak tidak sekolah (ATS) sebagai sasaran utama program.

Ia menanggapi rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang akan memperluas implementasi PJJ jenjang pendidikan menengah ke 34 provinsi pada tahun ini.  

"Keberhasilan program PJJ ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital di daerah, kapasitas tenaga pendidik, serta akurasi data anak tidak sekolah (ATS) yang menjadi sasaran utama," kata Lestari dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/4).

Perluasan ini dilakukan Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, setelah uji coba PJJ bagi anak pekerja migran Indonesia di Malaysia pada 2025 dinilai berhasil.

Program tersebut menargetkan sebanyak 3.500 anak tidak sekolah untuk kembali mengakses pendidikan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan.

Menurut Lestari, implementasi PJJ di seluruh provinsi, khususnya wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), memiliki tingkat kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan uji coba di luar negeri.

“Jangan sampai kesalahan yang sama berulang seperti saat pandemi COVID-19, di mana sejumlah kendala mengemuka, antara lain guru tidak siap menjalankan PJJ, orang tua terbebani dengan metode daring, dan akhirnya kualitas belajar murid menurun. Karena itu penting untuk dipersiapkan secara matang," tegasnya.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI, ia menilai akses pendidikan di wilayah 3T sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur telekomunikasi yang memadai. Tantangan utama, lanjutnya, adalah belum meratanya konektivitas di berbagai daerah. 

"Kesiapan sarana dan prasarana pendukung terkait infrastruktur digital juga harus dipastikan," ujarnya.

Lestari juga mengapresiasi langkah Kemendikdasmen pada 2025 yang telah menyalurkan perangkat seperti papan interaktif digital, laptop, dan hard disk eksternal ke 288.865 satuan pendidikan. Namun, ia menekankan bahwa penyediaan perangkat saja tidak cukup tanpa kesiapan sumber daya manusia.

"Para tenaga pengajar harus dipastikan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan dan mengelola sejumlah peralatan tersebut," tegasnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan proses belajar mengajar yang berkualitas bagi setiap anak bangsa menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang berdaya saing di masa depan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya