Dana IndonesiaRaya Perkuat Ekosistem Kebudayaan Nasional

Media Indonesia
08/4/2026 08:30
Dana IndonesiaRaya Perkuat Ekosistem Kebudayaan Nasional
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengapresiasi peluncuran Program Dana IndonesiaRaya.(Dok. Istimewa)

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengapresiasi peluncuran Program Dana IndonesiaRaya. Program ini dianggap mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun sektor kebudayaan secara lebih sistematis.

Transformasi Dana Indonesiana menjadi Dana IndonesiaRaya dinilai memperkuat ekosistem kebudayaan nasional melalui skema pendanaan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Apresiasi atas hadirnya Program Dana Indonesia Raya. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga membangun tata kelola yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di sektor kebudayaan nasional,” kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4).

Diluncurkan Menteri Kebudayaan sebagai Penguatan Dana Abadi Kebudayaan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Kamis (2/4) meluncurkan program Dana IndonesiaRaya sebagai transformasi dari Dana Indonesiana di Gedung A Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Program tersebut menghadirkan skema pendanaan yang dirancang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan.

Data Kementerian Kebudayaan menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penerima manfaat. Pada 2024 tercatat sebanyak 346 penerima, kemudian meningkat menjadi 2.117 orang pada 2025 dari sekitar 7.000 proposal yang masuk. Sementara hingga 31 Maret 2026, jumlah penerima telah mencapai 3.036 orang dengan total penyaluran dana sebesar Rp594 miliar.

Lonjakan Penerima Tunjukkan Besarnya Kebutuhan Pelaku Budaya

Menurut Lestari, peningkatan jumlah penerima manfaat dalam waktu singkat membuktikan besarnya kebutuhan dukungan bagi pelaku budaya di Indonesia.

Rerie, sapaan akrab Lestari, mencatat total penyaluran dana yang mencapai Rp594 miliar hingga Maret 2026 serta Dana Abadi Kebudayaan yang kini bernilai Rp6 triliun menjadi modal kuat untuk pengembangan kebudayaan nasional ke depan.

Namun demikian, anggota Komisi X DPR RI tersebut menilai penguatan sosialisasi program masih perlu dilakukan agar manfaatnya dapat menjangkau seluruh pegiat budaya di berbagai daerah.

Dorongan Sosialisasi hingga Komunitas Akar Rumput

“Sosialisasi harus masif dan menyentuh komunitas akar rumput. Jangan sampai program sebaik ini hanya diketahui oleh segelintir orang. Kementerian Kebudayaan perlu menggandeng mitra strategis seperti Balai Pelestarian Kebudayaan dan pemerintah daerah,” ujar Rerie.

Sebagai anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, ia juga mengajak para pegiat budaya, seniman, pelaku industri kreatif berbasis budaya, serta komunitas adat untuk memanfaatkan peluang yang tersedia melalui program tersebut.

“Manfaatkan program ini untuk menghidupkan kebudayaan di daerah masing-masing. Inilah saatnya kita bergotong royong memajukan kebudayaan Indonesia,” pungkas Rerie. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya