PPIH Atur Skema Bus Haji 2026 Per Rombongan untuk Kenyamanan Jemaah

Putri Rosmalia Octaviyani
24/4/2026 16:32
PPIH Atur Skema Bus Haji 2026 Per Rombongan untuk Kenyamanan Jemaah
Bus yang layani jamaah calon haji Indonesia.(Dok. Antara)

PANITIA Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai menerapkan strategi baru dalam pengaturan transportasi jemaah haji 2026. Sejak kedatangan di bandara, jumlah jemaah haji 2026 di dalam armada bus jemaah haji kini diatur ketat berdasarkan rombongan masing-masing guna memastikan pelayanan yang lebih tertata, cepat, dan terintegrasi.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menjelaskan bahwa skema per rombongan ini bertujuan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah haji 2026 ini, baik selama perjalanan menuju hotel maupun saat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Kalau sejak awal rombongan sudah tertata, maka saat turun pesawat, keluar gerbang (gate), hingga naik bus akan lebih tertib dan cepat,” ujar Abdul Basir di Madinah, Kamis (23/4/2026).

Antisipasi Kepadatan di Bandara AMAA Madinah

Seiring meningkatnya arus kedatangan jemaah haji 2026 di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (AMAA) Madinah, risiko jemaah terpisah dari kelompoknya menjadi perhatian utama. PPIH menekankan pentingnya kedisiplinan jemaah haji 2026 untuk tetap berada dalam satu ikatan rombongan.

Terkait hal ini, PPIH meminta para pendamping jemaah atau ketua rombongan sejak dari Tanah Air untuk proaktif mengarahkan anggotanya. "Diharapkan saat hendak keluar dari gerbang bandara mereka sudah mengatur rombongannya, sehingga saat keluar sudah urut per rombongan," tambah Abdul Basir.

Apresiasi dari Jemaah Haji 2026

Kebijakan ini mendapat respons positif dari para jemaah haji 2026. Ahmad Fitria (52), jemaah asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengaku terkesan dengan kesigapan petugas di lapangan yang mengatur alur perpindahan jemaah dengan sangat efisien.

“Banyak senyum dan sapaan, petugas juga mengatur kami supaya tertib. Waktu yang dibutuhkan dari tempat istirahat di bandara sampai naik ke bus juga cukup singkat,” kata Ahmad.

Ia juga menilai pembatasan jumlah penumpang di dalam bus yang disesuaikan dengan jumlah rombongan membuat suasana perjalanan jauh lebih tenang. Meskipun kapasitas bus mampu menampung lebih banyak orang, kebijakan satu bus satu rombongan dianggap sebagai langkah tepat untuk menjaga kenyamanan fisik dan psikologis jemaah haji 2026 setelah menempuh perjalanan udara yang panjang.

Pihak Daker Bandara menyatakan akan terus berkoordinasi dengan otoritas transportasi Arab Saudi (Naqabah) untuk memastikan ketersediaan armada tetap sinkron dengan skema rombongan yang telah ditetapkan ini. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya