Penghargaan Siswa Bekasi di Model United Nations 2026

Media Indonesia
18/4/2026 23:02
Penghargaan Siswa Bekasi di Model United Nations 2026
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DI tengah persaingan sekitar 200 delegasi dari 61 sekolah, siswa Al Azhar di bawah naungan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai berhasil meraih total sembilan penghargaan dalam forum Model United Nations (MUN) 2026 melalui Al-Muhajirien Model United Nations (AMUN) 2026 yang digelar pada 11–12 April 2026 di Four Points by Sheraton Bekasi.

Forum ini merupakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mempertemukan pelajar dari berbagai jenjang dalam suasana diplomasi internasional. Para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga terlibat dalam proses diplomasi yang komprehensif, mulai dari penyusunan posisi negara, penyampaian argumen, negosiasi antar delegasi, hingga perumusan resolusi terhadap isu-isu global yang dibahas.

Pada jenjang SMP di council UNESCO (junior delegates), Abiyyu Javier Rizqy dari SMPIA 6 Jaka Permai meraih penghargaan Best Delegate. Sementara itu, dua siswa dari SMPIA 8 Kemang Pratama, yakni Rekyan Syahla Calesta Maheswari dan Begawan Billy Kurniawan, masing-masing memperoleh Honorable Mention dan Verbal Commendation.

Pada jenjang SMA di council WHO, siswa dari SMA Islam Al-Azhar 4 juga meraih sejumlah penghargaan. Penghargaan Most Outstanding Delegate diraih oleh Ashilla Jasmin Sani. Penghargaan Honorable Mention diberikan kepada Aleshia Raihana Zahira dan Raihan Maulana Syachputra. Selain itu, Kenzie Athaya Refano, Almaira Balques Kemalputri, dan Rayhan Putra Nurdafa memperoleh Verbal Commendation.

Al-Muhajirien Model United Nations (AMUN) 2026 merupakan forum Model United Nations yang diselenggarakan bersama oleh International Global Network (IGN) dan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, dengan menghadirkan standar internasional melalui program AYIMUN yang merupakan bagian dari jaringan konferensi global seperti Asia World Model United Nations (AWMUN).

Konferensi ini turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, serta Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono.

Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti menekankan bahwa kegiatan seperti Model United Nations memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan Indonesia yang siap menghadapi tantangan global. “Program ini sejalan dengan upaya membangun generasi Indonesia yang tangguh melalui pembelajaran dan kompetisi yang sehat, sebagai persiapan menuju Generasi Emas 2045. Pendidikan tidak hanya mempersiapkan kita untuk membangun bangsa, tetapi juga untuk menjadi pemimpin global,” tuturnya.

Sementara itu, Tri Adhianto Tjahyono menilai bahwa kehadiran forum internasional seperti ini memberikan pengalaman nyata bagi para pelajar di daerah.

“Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi simulasi dunia nyata. Di sini peserta belajar menyampaikan gagasan, bernegosiasi, dan memahami bagaimana dunia bekerja. Bekasi tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga komunikator, negosiator, dan pemimpin,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, Mohammad Syafiudin, menjelaskan bahwa pencapaian para siswa merupakan hasil dari proses pembelajaran yang telah dirancang secara sistematis dan terintegrasi di lingkungan sekolah. Capaian ini tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui program AGILE (Al-Muhajirien Global Initiative for Leadership Excellence) yang diterapkan di lingkungan sekolah di bawah Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai.

Ia menegaskan bahwa pembinaan melalui program AGILE menjadi fondasi utama dalam membentuk kemampuan dasar siswa.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau kompetisi sesaat, tetapi bagian dari proses yang sudah kami bangun di lingkungan sekolah. Melalui AGILE, siswa kami latih sejak awal untuk memiliki kemampuan dasar yang kuat, mulai dari komunikasi, diskusi, hingga kemampuan menyampaikan dan menerima pendapat secara terbuka,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kemampuan dasar tersebut menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi berbagai forum global.

“Apapun bidang yang akan mereka tekuni ke depan, kemampuan dasar ini harus terus diasah dan diperkuat. Forum seperti Model United Nations menjadi ruang yang sangat relevan untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan tersebut dalam konteks internasional,” tambahnya.

Dari sisi mitra internasional, Presiden International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, menekankan bahwa Model United Nations merupakan pengalaman pembelajaran yang mempertemukan pelajar dengan dinamika global secara langsung.

Ia menjelaskan bahwa melalui forum ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengembangkan cara berpikir kritis dan kemampuan komunikasi lintas budaya.

“Melalui MUN, para pelajar tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dihadapkan pada isu-isu global, perspektif yang beragam, serta proses diplomasi dunia nyata. Partisipasi dalam forum seperti ini mencerminkan inisiatif, pemikiran kritis, kesadaran global, serta kemampuan komunikasi yang semakin terasah,” ujarnya.

Sementara itu, jalannya konferensi dipandu oleh para chair internasional, di antaranya Fatima Massa dari Spanyol, Zara Pang dari Malaysia, serta Paris Crishen Liu dan Hino Samuel Jose dari Indonesia, yang memastikan diskusi berlangsung dinamis, interaktif, dan sesuai dengan standar diplomasi internasional.

Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan konferensi, penampilan paduan suara Alnine Choir dari SD Islam Al Azhar 9 juga turut membawakan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, serta lagu Hari Baru karya Abdul Mu'ti yang diaransemen dan dipimpin langsung oleh Dwiki Dharmawan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya