Resmi Ditutup Gubernur Khofifah, LKS Jatim 2026 di SMKN 12 Surabaya Sukses Cetak Talenta Unggul

Faishol Taselan
11/4/2026 08:47
Resmi Ditutup Gubernur  Khofifah, LKS Jatim 2026 di SMKN 12 Surabaya Sukses Cetak Talenta Unggul
Ilustrasi(Dok Istimewa)

LOMBA Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa Timur ke-XXXIV Tahun 2026 di SMKN 12 Surabaya, Rabu (9/4), resmi ditutup Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dalam gelaran ini Malang menjadi juara umum berhak membawa piala bergilir Gubernur Jatim. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menekankan bahwa LKS merupakan instrumen penting dalam memetakan sekaligus menjaring  kompetensi siswa lintas jenjang pendidikan.

“LKS ini penting untuk kita bisa melakukan seleksi dari kompetensi anak-anak siswa SMK negeri maupun swasta se-Jawa Timur. Kalau sebelumnya LKS ini hanya untuk SMK, tahun 2026 di Jawa Timur kita juga menyertakan SMA dan Madrasah Aliyah,” ujarnya.

Ia bahkan mendorong agar ke depan, pelibatan lintas jenjang ini juga dapat diadopsi di tingkat nasional.

“Saya mengusulkan kalau memang memungkinkan, pelibatan SMA dan Aliyah di tingkat nasional akan memberi ruang lebih luas bagi anak-anak untuk menunjukkan kompetensinya, apalagi bidang yang dilombakan cukup banyak, ada 56 bidang,” usulnya.

Menurut Khofifah, LKS tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang strategis untuk mengukur sekaligus membuktikan kualitas talenta vokasi Jawa Timur yang terus tumbuh dengan semangat juara.

“Saya melihat wajah-wajah masa depan yang siap melangkah lebih jauh, membawa Jawa Timur berkiprah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global,” ujarnya.

Ia menegaskan, besarnya ekosistem pendidikan menengah dan pendidikan khusus di Jawa Timur merupakan kekuatan nyata yang harus terus dioptimalkan. Di dalamnya terdapat ribuan guru, puluhan ribu siswa, serta harapan besar yang terbangun dalam satu sistem pendidikan yang terus bergerak maju.

Prestasi Jawa Timur sebagai juara umum LKS nasional selama tiga tahun berturut-turut, lanjut Khofifah, menjadi bukti bahwa keberhasilan tersebut bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Jawa Timur sudah hattrick tiga tahun berturut-turut juara umum LKS. Tentu kita menargetkan tahun ini bisa juara umum lagi. Bahkan saya tadi menyampaikan, seyogyanya jika sudah hattrick, piala juara umum bisa menjadi milik siswa-siswi Jawa Timur,” tegasnya.

“Tiga tahun, tiga kali back-to-back. Ini bukan kebetulan, ini adalah sistem yang bekerja. Karena itu, visi ‘Jatim Cerdas’ harus dimaknai lebih luas, kecerdasan harus berdampak nyata,” lanjutnya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan kesiapan lulusan SMK agar benar-benar siap masuk dunia kerja, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis tetapi juga kematangan psikososial.

“Di SMK ini kita melakukan banyak improvement. Siswa-siswa sudah mulai magang dan mengenali dunia kerja sejak dini, bahkan sejak kelas 11 banyak yang sudah ‘diinden’. Artinya mereka sudah siap masuk dunia kerja saat lulus,” ujarnya.

“Oleh karena itu kita ingin terus meningkatkan skill mereka, sekaligus memastikan kesiapan tersebut diikuti dengan kematangan psiko-sosial,” imbuhnya.

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (Dudika) menjadi faktor penentu dalam memastikan standar kompetensi lulusan.

“Standar dan kompetensi itu ditentukan oleh dunia usaha dan dunia industri. Karena itu kita sangat melibatkan Dudika dalam proses magang dan latihan kerja, agar saat lulus mereka benar-benar siap bekerja,” tegasnya.

Meski dihadapkan pada tantangan fiskal tahun 2026 dengan berkurangnya potensi pendapatan daerah sekitar Rp4,2 triliun, Khofifah menegaskan bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk terus berprestasi.

“Justru dalam keterbatasan lahir kreativitas dan inovasi. Dan kalian sudah membuktikan bahwa prestasi bisa lahir tanpa batas,” ujarnya

Pada LKS Dikmen 2026, para siswa berkompetisi di 56 bidang lomba yang mencerminkan luas dan beragamnya kompetensi vokasi di Jawa Timur, sekaligus menunjukkan adanya ekosistem pembinaan talenta yang berkelanjutan dari daerah hingga tingkat provinsi.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi berkelanjutan, para pemenang mendapatkan uang pembinaan, yakni juara pertama sebesar Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta. Tidak hanya itu, para juara pertama akan mengikuti training center (TC) sebagai tahap pembinaan lanjutan untuk menghadapi LKS Dikmen Tingkat Nasional.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya