Kiat Menemukan Versi Terbaik Diri lewat Konferensi Internasional

Rifaldi Putra Irianto
14/4/2026 14:59
Kiat Menemukan Versi Terbaik Diri lewat Konferensi Internasional
Revina Nadine Nugraha saat Al-Muhajirien MUN(Dok. Al-Muhajirien MUN)

MENGEMBANGKANpotensi diri bukan sekadar soal bakat, melainkan tentang keberanian mengambil peluang. Namun, tantangan terbesar sering kali muncul dari dalam diri sendiri yakni rasa tidak percaya diri dan keraguan untuk melangkah. 

Membangun kepercayaan diri merupakan sebuah keterampilan yang bisa dilatih. Salah satu wadah untuk membangun kepercayaan diri ialah dengan mengikuti konferensi internasional. Selain bisa melatih kepercayaan diri, konferensi internasional juga membantu mengasah pikiran kritis hingga memperbanyak relasi. 

Salah satu konferensi internasional yang bisa diikuti ialah Model United Nations (MUN). Revina Nadine Nugraha, salah seorang anak muda yang beberapa kali mengikuti program MUN. Terbaru, ia mengikuti AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN, yang merupakan program MUN ke-6 yang diikutinya. Al-Muhajirien MUN digelar pada 11–12 April 2026 di Four Points by Sheraton Bekasi. 

Sebelumnya, Nadine, demikian sapaannya, ikut serta dalam Asia Youth International MUN Bangkok, Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Chapter Kelapa Gading, dan berbagai program MUN lainnya. 

Lebih Percaya Diri

Nadine mengaku dulu ia merupakan sosok yang pemalu dan antisosial. Akhirnya, ia mencoba untuk mengubah sifat tersebut.
Setelah beberapa kali mengikuti MUN, Nadine mengaku ia menjadi lebih percaya diri dan lebih nyaman bersosialisasi dengan banyak orang. 

Sebanyak 200 delegasi dari 61 sekolah di wilayah Jabodetabek maupun luar Jabodetabek, yang terdiri dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, berpartisipasi dalam konferensi Al-Muhajirien MUN. 

Konferensi ini menghadirkan dua council. Pertama, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) untuk peserta junior (usia 11-14 tahun) dengan topik "Tackling Cyberbullying: Ensuring Safe and Friendly Onlines Spaces for Students". 

Kedua, World Health Organization (WHO) untuk peserta regular (15 tahun ke atas) dengan topik "Safeguarding Indigenous Knowledge of Traditional Medicine While Ensuring Scientific Validation". 

Setiap sesi dipandu moderator atau chairs yang berpengalaman di bidangnya, mulai dari Fatima Massa asal Spanyol, Zara Pang asal Malaysia, Paris Crishen Liu dan Hino Samuel Jose yang keduanya berasal dari Indonesia.

Al-Muhajirien MUN diselenggarakan oleh International Global Network (IGN), organisasi pendidikan internasional yang berfokus pada pengembangan generasi muda (youth development). IGN telah
melaksanakan lebih dari 60 program internasional dari tahun 2016 yang dihadiri oleh para pemuda-pemuda di dunia. IGN juga berkolaborasi dengan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai untuk mempersatukan ratusan calon pemimpin muda masa depan.

"Di AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN, kami percaya bahwa Model United Nations lebih dari sekadar simulasi. Ini adalah pengalaman belajar yang transformatif. Melalui MUN, para siswa dihadapkan pada isu-isu global, beragam perspektif, dan diplomasi dunia nyata," ujar President IGN, Muhammad Fahrizal, melalui siaran pers yang diterima Media Indonesia, Senin (13/4).

"Program ini sejalan dengan misi Presiden Prabowo untuk membangun generasi Indonesia yang kuat melalui persaingan sehat di berbagai bidang, sebagai persiapan untuk Generasi Emas 2045," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya