Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GANGGUAN pendengaran pada anak bukan sekadar masalah fungsi indra, melainkan ancaman serius bagi perkembangan kognisi, kemampuan bicara, hingga kualitas hidup di masa depan. Hal ini ditegaskan oleh dr. Sally Mahdiani, spesialis telinga, hidung, dan tenggorok bedah kepala leher dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dokter Hasan Sadikin Bandung dan FK Unpad.
Dalam webinar yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan pada Kamis (16/4), dr. Sally menjelaskan bahwa dampak gangguan pendengaran pada anak bersifat jangka panjang dan lintas usia.
"Efek terhadap perkembangan kognisi tidak hanya berdampak pada usia anak, tapi juga gangguan pendengaran yang terjadi pada usia lanjut dapat mengakibatkan potensi terjadinya demensia," ujar dr. Sally.
Ia menambahkan bahwa gangguan pendengaran pada anak memicu efek domino yang luas, mulai dari penurunan kesempatan pendidikan dan pekerjaan, hingga terganggunya fungsi sosial dan emosional. Secara makro, kondisi ini juga berdampak pada sektor ekonomi akibat meningkatnya biaya kesehatan dan perawatan jangka panjang.
Menurut dr. Sally, perkembangan kognisi seorang anak sangat bergantung pada perkembangan bahasanya. Sementara itu, kemampuan bahasa sangat ditentukan oleh kualitas pendengarannya. Jika pendengaran terganggu, maka proses pembelajaran dan komunikasi anak akan terhambat secara signifikan.
Karena sifatnya yang tidak terlihat secara fisik, gangguan pendengaran sering dijuluki sebagai invisible disability atau ketidakmampuan yang tidak kasat mata. Oleh karena itu, deteksi dini oleh tenaga kesehatan, orang tua, dan keluarga menjadi kunci utama untuk menangani kondisi ini sebelum berdampak lebih jauh.
Masa emas pertumbuhan anak terjadi antara usia 0 sampai 3 tahun. Pada periode ini, perkembangan cortex auditory di otak sangat bergantung pada rangsangan eksternal, terutama suara.
Perkembangan otak anak memiliki sifat plastisitas yang tinggi. Apabila rangsangan pendengaran yang diterima baik, maka perkembangan cortex auditory akan optimal. Sebaliknya, ketiadaan rangsangan suara pada masa krusial ini dapat menghambat pembentukan saraf-saraf penting di otak yang mendukung fungsi kognitif.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih peka terhadap status pendengaran anak sejak dini guna memastikan masa depan kognitif dan sosial mereka tetap terjaga dengan baik. (H-3)
Dokter Spesialis THT RSCM dr. Rangga Rayendra Saleh ungkap serumen prop dan benda asing seperti serangga jadi penyebab utama gangguan pendengaran.
Kenali protokol 1-3-6 untuk skrining pendengaran bayi baru lahir hingga jadwal rutin anak sekolah menurut spesialis THT RSUP Hasan Sadikin.
Pahami jenis gangguan pendengaran mulai dari konduktif hingga sensorineural, serta tingkatan derajat ketulian menurut spesialis THT RSUP Hasan Sadikin.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Biasanya kalau di tempat ramai, dia (lansia) itu sudah merasa enggak bisa (mendengar). Itu disebut sebagai cocktail party deafness.
Banyak orang tua merasa bangga ketika buah hatinya yang masih balita sudah mahir menyebutkan warna dalam bahasa Inggris atau hafal lagu-lagu populer dari video di ponsel.
Peneliti UCSF mengungkap stres pada anak akibat bullying hingga kemiskinan berdampak permanen pada otak.
Penelitian terbaru mengungkap paparan layar (screen time) pada usia di bawah 2 tahun dapat mempercepat pematangan saraf secara tidak alami dan memicu gangguan kecemasan.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dinilai masih berisiko tertinggal dari rata-rata dunia dan dapat menjadi ancaman serius di masa depan.
Tak semua makanan baik untuk anak. Ketahui lima makanan yang sebaiknya dihindari agar tumbuh kembang otak anak optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved