Mengenal Jenis dan Tingkatan Gangguan Pendengaran Menurut Ahli

M Iqbal Al Machmudi
16/4/2026 16:48
Mengenal Jenis dan Tingkatan Gangguan Pendengaran Menurut Ahli
Ilustrasi, gangguan pendengaran.(Dok. Freepik)

GANGGUAN pendengaran bukan merupakan kondisi tunggal, melainkan masalah kesehatan kompleks yang diklasifikasikan berdasarkan lokasi kerusakan pada organ telinga. Memahami jenis dan tingkatannya sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-BKL) dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dokter Hasan Sadikin Bandung dan FK Unpad, Sally Mahdiani, menjelaskan bahwa gangguan pendengaran terbagi menjadi beberapa kategori utama berdasarkan area organ yang terdampak.

Jenis Gangguan Pendengaran

Dalam sebuah webinar yang diselenggarakan Kemenkes pada Kamis (16/4), Sally memaparkan empat jenis utama gangguan pendengaran:

1. Gangguan Pendengaran Konduktif

Kondisi ini terjadi apabila terdapat masalah pada telinga bagian luar (daun telinga atau liang telinga) maupun telinga bagian tengah (gendang telinga, tulang pendengaran, atau ruang di belakang gendang telinga).

"Apabila terjadi masalah di sana akan mengakibatkan gangguan pendengaran konduktif. Misalnya adanya serumen (kotoran telinga) yang menyumbat liang telinga atau peradangan telinga tengah yang kronis," jelas Sally.

2. Gangguan Pendengaran Sensorineural

Jenis ini disebabkan oleh menurunnya fungsi telinga bagian dalam, terutama pada rumah siput (koklea) dan area saraf sentral. Faktor penyebabnya bisa sangat beragam, mulai dari faktor genetik hingga kondisi saat kelahiran.

"Bisa terjadi karena tuli kongenital atau faktor genetik. Bayi yang lahir dengan infeksi TORCH, prematuritas, berat badan lahir rendah, atau hiperbilirubinemia memiliki risiko tinggi mengalami gangguan sensorineural," tambahnya.

3. Gangguan Pendengaran Campuran (Mixed Hearing Loss)

Sesuai namanya, tipe ini merupakan kombinasi antara gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural. Masalah dapat terjadi secara simultan di telinga luar/tengah dan telinga bagian dalam.

4. Auditory Neuropathic Spectrum Disorder (ANSD)

Kondisi ini terjadi ketika transmisi saraf dari telinga dalam menuju otak terganggu, meskipun sel rambut bagian luar mungkin masih berfungsi. Hal ini menyebabkan gangguan pada pengiriman sinyal suara ke pusat pendengaran di otak.

 Gangguan pendengaran derajat ringan adalah kasus yang paling banyak ditemukan. Meski penderita masih bisa berkomunikasi, ambang dengar mereka sudah tidak normal.

Tingkatan Derajat Gangguan Telinga

Selain jenisnya, gangguan pendengaran juga diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahannya. Sally menjelaskan bahwa derajat gangguan telinga dibagi menjadi empat tingkatan utama:

Tingkatan Karakteristik
Ringan Paling umum terjadi; masih bisa berkomunikasi namun ambang dengar tidak normal.
Sedang Kesulitan mendengar percakapan normal tanpa bantuan.
Berat Hanya mampu mendengar suara yang sangat keras.
Sangat Berat Hampir tidak bisa mendengar suara sama sekali (tuli total).

Untuk mengetahui derajat gangguan pendengaran secara akurat, diperlukan pemeriksaan medis menggunakan metode audiometri nada murni. Sally menekankan pentingnya melakukan screening atau deteksi dini agar penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk.

"Oleh karena itu, screening ini harus kita lakukan lebih awal untuk memastikan kualitas hidup dan kemampuan komunikasi tetap terjaga," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya