Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GANGGUAN pendengaran pada anak yang tidak terdeteksi sejak dini dapat berdampak serius pada perkembangan bicara, bahasa, dan kognitif anak. Oleh karena itu, pemeriksaan pendengaran secara berkala menjadi krusial, dimulai sejak bayi baru lahir hingga masa sekolah dasar.
Dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-BKL) dari RSUP Dokter Hasan Sadikin Bandung/FK Unpad, Sally Mahdiani, menekankan pentingnya kepatuhan orang tua terhadap jadwal pemeriksaan pendengaran anak.
Bagi bayi yang baru lahir, terdapat standar internasional yang dikenal dengan Protokol 1-3-6. Protokol ini bertujuan untuk memastikan intervensi dilakukan sedini mungkin. Berikut adalah tahapannya:
Bentuk habilitasi dapat berupa pemakaian alat bantu dengar yang disertai dengan terapi bicara untuk mengoptimalkan kemampuan komunikasi anak di masa depan.
Pemeriksaan telinga tidak berhenti di masa bayi. Bagi anak-anak yang tidak memiliki faktor risiko atau riwayat gangguan pendengaran pada anak, Sally menjelaskan jadwal skrining lanjutan yang perlu diikuti:
Dengan mengikuti jadwal skrining yang tepat, gangguan pendengaran dapat ditangani lebih cepat, sehingga tumbuh kembang anak tidak terhambat dan mereka dapat mencapai potensi maksimalnya. (H-3)
Dokter RSUP Hasan Sadikin memperingatkan dampak gangguan pendengaran pada anak terhadap kognisi, bahasa, hingga risiko demensia di masa tua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved