Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH gangguan pendengaran sering kali dipicu oleh kondisi yang dianggap sepele, namun berdampak signifikan pada fungsi telinga. Dokter Spesialis THT Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Rangga Rayendra Saleh, mengungkapkan bahwa sekitar 19 persen hingga 20 persen kasus gangguan pendengaran disebabkan oleh serumen prop.
Serumen sebenarnya adalah material normal yang dihasilkan oleh kelenjar serumen di dalam liang telinga. Namun, masalah muncul ketika terjadi penumpukan yang berlebihan.
"Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran karena suara tidak bisa menggetarkan gendang telinga karena terhalang oleh serumen prop," ujar dr. Rangga dalam sebuah webinar kesehatan yang diselenggarakan Kemenkes, Selasa (16/4).
Serumen yang menumpuk dapat mengeras dan menutupi seluruh liang telinga, sehingga menghambat hantaran suara secara efektif ke bagian dalam telinga.
Selain serumen prop, dr. Rangga juga menyoroti tingginya kasus benda asing yang ditemukan di dalam liang telinga. Keberadaan benda asing ini tidak hanya menyumbat pendengaran, tetapi juga berisiko menimbulkan luka pada dinding liang telinga.
Beberapa jenis benda asing yang sering ditemukan antara lain:
Serangga sering kali masuk ke telinga saat seseorang tidur di lantai atau saat sedang berenang. Kebiasaan mengorek telinga secara mandiri sangat tidak disarankan karena berisiko mendorong kotoran lebih dalam atau meninggalkan material asing di dalam telinga.
Menurut dr. Rangga, penyebab masuknya benda asing ini sangat berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. "Penyebab benda asing ini karena memang ada kebiasaan untuk mengorek telinga. Kemudian pada pasien anak, memang ada fasenya mereka memasukkan barang-barang ke telinga," pungkasnya.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis THT jika merasakan adanya sumbatan atau benda asing di dalam telinga, guna menghindari kerusakan permanen pada gendang telinga. (H-3)
Pahami jenis gangguan pendengaran mulai dari konduktif hingga sensorineural, serta tingkatan derajat ketulian menurut spesialis THT RSUP Hasan Sadikin.
Jangan sepelekan gendang telinga berlubang! Dokter THT RSCM jelaskan risiko infeksi berulang terhadap gangguan pendengaran dan prosedur operasi Timpanoplasti untuk memperbaikinya.
Gangguan pendengaran konduktif bisa menyerang anak-anak hingga dewasa. Kenali penyebab seperti serumen & tuba eustachius serta cara penanganannya dari dokter THT.
Dokter THT RSUP Nasional Dr. Ciptomangunkusumo menjelaskan fungsi penting serumen (kotoran telinga) sebagai pelindung alami dari infeksi bakteri.
Dokter THT sarankan aturan 60-60 saat pakai headphone untuk cegah gangguan pendengaran permanen. Batasi volume 60% dan durasi 60 menit. Simak selengkapnya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved