Waspada, Serumen Prop dan Benda Asing jadi Pemicu Utama Gangguan Pendengaran

M Iqbal Al Machmudi
17/4/2026 14:24
Waspada, Serumen Prop dan Benda Asing jadi Pemicu Utama Gangguan Pendengaran
Ilustrasi, gangguan pendengaran.(Dok. Freepik)

MASALAH gangguan pendengaran sering kali dipicu oleh kondisi yang dianggap sepele, namun berdampak signifikan pada fungsi telinga. Dokter Spesialis THT Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Rangga Rayendra Saleh, mengungkapkan bahwa sekitar 19 persen hingga 20 persen kasus gangguan pendengaran disebabkan oleh serumen prop.

Apa Itu Serumen Prop?

Serumen sebenarnya adalah material normal yang dihasilkan oleh kelenjar serumen di dalam liang telinga. Namun, masalah muncul ketika terjadi penumpukan yang berlebihan.

"Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran karena suara tidak bisa menggetarkan gendang telinga karena terhalang oleh serumen prop," ujar dr. Rangga dalam sebuah webinar kesehatan yang diselenggarakan Kemenkes, Selasa (16/4).

Serumen yang menumpuk dapat mengeras dan menutupi seluruh liang telinga, sehingga menghambat hantaran suara secara efektif ke bagian dalam telinga.

Bahaya Benda Asing di Liang Telinga

Selain serumen prop, dr. Rangga juga menyoroti tingginya kasus benda asing yang ditemukan di dalam liang telinga. Keberadaan benda asing ini tidak hanya menyumbat pendengaran, tetapi juga berisiko menimbulkan luka pada dinding liang telinga.

Beberapa jenis benda asing yang sering ditemukan antara lain:

  • Serangga: Kecoa, nyamuk, dan semut sering masuk ke telinga karena kondisi liang telinga yang gelap dan lembap.
  • Kapas: Sering kali tertinggal akibat kebiasaan masyarakat mengorek telinga menggunakan cotton bud.
  • Mainan/Benda Kecil: Sering ditemukan pada pasien anak-anak yang berada dalam fase eksplorasi.

Serangga sering kali masuk ke telinga saat seseorang tidur di lantai atau saat sedang berenang. Kebiasaan mengorek telinga secara mandiri sangat tidak disarankan karena berisiko mendorong kotoran lebih dalam atau meninggalkan material asing di dalam telinga.

Faktor Risiko dan Kebiasaan Buruk

Menurut dr. Rangga, penyebab masuknya benda asing ini sangat berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. "Penyebab benda asing ini karena memang ada kebiasaan untuk mengorek telinga. Kemudian pada pasien anak, memang ada fasenya mereka memasukkan barang-barang ke telinga," pungkasnya.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis THT jika merasakan adanya sumbatan atau benda asing di dalam telinga, guna menghindari kerusakan permanen pada gendang telinga. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya