Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN rokok elektronik atau vape di Indonesia kini berada dalam tahap yang mengkhawatirkan, terutama di kalangan generasi muda. Guru Besar dalam Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR, menilai regulasi yang ada saat ini masih sangat longgar.
Menurut Prof. Agus, ketidakpastian hukum dan lemahnya pengawasan membuat akses terhadap vape terbuka lebar. Hal ini diperparah dengan masifnya promosi yang membingkai penggunaan rokok elektronik sebagai bagian dari gaya hidup modern bagi remaja.
“Peraturan untuk vape ini masih belum selesai dan relatif longgar, sehingga perlu percepatan pengaturan,” ujar Prof. Agus dalam keterangan resmi, Senin (13/4).
Kekhawatiran Prof. Agus bukan tanpa alasan. Dalam praktik klinis sehari-hari, dampak buruk penggunaan vape sudah mulai bermunculan di berbagai layanan kesehatan. Ironisnya, pasien yang datang didominasi oleh kelompok usia muda.
Risiko kesehatan yang ditimbulkan ternyata tidak hanya bersifat jangka panjang, tetapi juga dapat muncul dalam waktu yang relatif singkat. Berikut adalah beberapa temuan klinis terkait dampak penggunaan vape:
| Kategori Dampak | Jenis Gangguan Kesehatan |
|---|---|
| Gangguan Pernapasan Akut/Singkat | Pneumonia (radang paru), Asma, Pneumotoraks (paru-paru bocor) |
| Risiko Penyakit Kronis Dini | Kanker, Stroke, Penyakit Jantung |
| Faktor Risiko Sosial | Normalisasi gaya hidup tidak sehat, pintu masuk narkotika |
“Penggunaan sejak usia muda berpotensi menyebabkan penyakit seperti kanker, stroke, dan penyakit jantung muncul lebih dini,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kondisi ini harus segera diantisipasi agar tidak menjadi beban kesehatan nasional yang berat di masa depan.
Selain masalah kesehatan murni, rokok elektronik juga menjadi celah baru peredaran gelap narkotika. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Suyudi Ario Seto, sebelumnya telah mengusulkan pelarangan rokok elektronik dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Narkotika dan Psikotropika.
Data dari laboratorium pusat BNN menunjukkan fakta yang mengejutkan terkait penyalahgunaan cairan vape di Indonesia:
Berdasarkan uji laboratorium terhadap 341 sampel cairan vape, ditemukan indikasi kuat adanya peredaran zat narkotika dalam bentuk cair secara masif di tengah masyarakat.
Menghadapi fenomena ini, Prof. Agus menekankan pentingnya edukasi yang menyeluruh. Mengingat remaja memiliki kecenderungan meniru apa yang mereka lihat di media sosial dan lingkungan, pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan regulasi pemerintah.
Perlu ada kolaborasi aktif antara keluarga, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, hingga pemerintah untuk membentengi generasi muda dari narasi menyesatkan yang menyebut vape lebih aman daripada rokok konvensional. (Ant/Z-1)
Andreas memandang fenomena ini dapat terjadi karena kurangnya koordinasi antar ementerian dan lembaga negara dalam menyinergikan kebijakan.
Kegaduhan pelarangan vape yang dilontarkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) mengundang perhatian Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga.
Badan POM menyampaikan bahwa kewenangan tersebut memungkinkan penyusunan aturan turunan untuk menentukan standar produk vape yang beredar.
Guru Besar FKUI Prof. Agus Dwi Susanto menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk mencegah penggunaan vape pada remaja di tengah masifnya promosi.
Rencana pelarangan total peredaran vape yang diusulkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dinilai bentuk kurang maksimalnya fungsi pengawasan dan pencegahan peredaran narkotika
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Roblox resmi membuka Teen Council Asia 2026. Remaja Indonesia usia 14-17 tahun diajak berkontribusi dalam keamanan digital. Simak syarat dan cara daftar.
Gagal ginjal kini banyak menyerang usia muda akibat pola hidup tidak sehat. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya sejak dini agar tidak berujung cuci darah.
Roblox ajak remaja Indonesia usia 14-17 tahun gabung Teen Council Asia. Simak syarat, jadwal pendaftaran, dan misi keamanan digital di sini.
PkM melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) SIJB untuk pencegahan dan penanganan segera bagi siswa yang menunjukkan adanya permasalahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved