Sedang Diperangi di Jakarta, Yuk Mengenal Ikan Sapu-Sapu: Antara Manfaat Ekosistem dan Risiko Kesehatan

Cahya Mulyana
11/4/2026 17:21
Sedang Diperangi di Jakarta, Yuk Mengenal Ikan Sapu-Sapu: Antara Manfaat Ekosistem dan Risiko Kesehatan
Ikan sapu-sapu(dok.Alodokter)

IKAN sapu-sapu (Loricariidae), atau yang secara internasional dikenal sebagai plecostomus, merupakan spesies ikan air tawar yang sangat populer di kalangan pencinta akuarium. Dikenal karena kemampuannya memakan lumut dan sisa makanan, ikan ini sering dianggap sebagai "petugas kebersihan" air. Namun, di balik reputasinya yang bermanfaat, terdapat perdebatan panjang mengenai keamanan konsumsi dan dampaknya terhadap lingkungan jika dilepaskan ke alam liar.

DIketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan dukungannya terhadap langkah penangkapan ikan sapu-sapu yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan.

"Jadi sekali lagi apa yang dilakukan oleh PPSU dan Wali Kota Jakarta Pusat kemarin, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan apresiasi," kata Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4).

Manfaat Ikan Sapu-Sapu bagi Manusia dan Lingkungan

Secara biologis, ikan sapu-sapu memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya bernilai secara fungsional maupun ekonomi:

  • Pembersih Alami Akuarium: Manfaat utama yang paling dikenal adalah kemampuannya mengontrol pertumbuhan alga atau lumut di tangki ikan, sehingga menjaga kejernihan air tanpa bahan kimia.
  • Sumber Protein Tinggi: Secara teoritis, daging ikan sapu-sapu mengandung protein yang cukup tinggi dan asam lemak omega-3. Di beberapa wilayah di Amerika Selatan, ikan ini merupakan bagian dari diet tradisional masyarakat lokal.
  • Bahan Baku Industri: Karena kulitnya yang keras dan bersisik, limbah ikan sapu-sapu dapat diolah menjadi tepung ikan untuk pakan ternak atau bahan kerajinan kulit setelah melalui proses pembersihan yang ketat.

Bahaya dan Risiko Kesehatan: Mengapa Harus Waspada?

Meskipun memiliki kandungan gizi, risiko mengonsumsi ikan sapu-sapu di wilayah perkotaan sangatlah tinggi. Hal ini disebabkan oleh sifat adaptif ikan ini yang mampu bertahan hidup di air yang sangat tercemar.

Peringatan Logam Berat: Ikan sapu-sapu adalah penyaring dasar air (bottom feeder). Jika hidup di sungai yang tercemar limbah industri, tubuh ikan ini akan menyerap logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Mengonsumsi ikan yang terkontaminasi dapat menyebabkan kerusakan saraf, gagal ginjal, hingga risiko kanker jangka panjang.

Selain logam berat, ikan sapu-sapu yang diambil dari perairan kotor berisiko membawa bakteri patogen seperti Salmonella atau E. coli, serta parasit yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan akut pada manusia.

Dampak Invasif terhadap Ekosistem

Ikan sapu-sapu dikategorikan sebagai spesies invasif di banyak negara, termasuk Indonesia. Ketika dilepaskan ke sungai atau danau, mereka tidak memiliki predator alami yang cukup untuk menekan populasinya. Mereka cenderung merusak struktur dasar sungai dengan membuat lubang untuk bertelur, yang memicu erosi, serta mendominasi sumber makanan sehingga mengancam keberadaan ikan lokal.

10 FAQ Mengenai Ikan Sapu-Sapu

  1. Apakah ikan sapu-sapu boleh dimakan? Secara biologis bisa, namun sangat tidak disarankan jika ikan berasal dari sungai yang tercemar logam berat.
  2. Apa kandungan gizi ikan sapu-sapu? Mengandung protein, kalsium, dan asam lemak esensial.
  3. Mengapa ikan sapu-sapu berbahaya bagi sungai? Karena sifatnya invasif, merusak habitat ikan lokal, dan memicu erosi dinding sungai.
  4. Bagaimana cara membedakan ikan yang tercemar? Secara visual sulit dibedakan, namun ikan dari perairan hitam/berbau dipastikan mengandung polutan.
  5. Apakah ikan sapu-sapu bisa membersihkan kotoran ikan lain? Tidak, mereka memakan alga dan sisa pakan, bukan kotoran (feses) ikan lain.
  6. Apa efek makan ikan sapu-sapu yang mengandung merkuri? Gejala jangka pendek meliputi pusing dan mual; jangka panjang dapat merusak otak dan janin.
  7. Apakah kulit ikan sapu-sapu beracun? Kulitnya tidak beracun, namun sangat keras dan sulit dikuliti.
  8. Berapa lama ikan sapu-sapu bisa hidup? Di lingkungan yang tepat, mereka bisa hidup hingga 10-15 tahun.
  9. Apakah ikan sapu-sapu bisa hidup tanpa oksigen tambahan? Mereka sangat tangguh dan bisa mengambil oksigen langsung dari permukaan air dalam kondisi darurat.
  10. Bolehkah membuang ikan sapu-sapu ke sungai? Sangat dilarang karena merusak ekosistem lokal.

Checklist Keamanan dan Penanganan

Aspek Tindakan yang Disarankan
Konsumsi Hanya konsumsi jika berasal dari budidaya air bersih yang terverifikasi.
Pemeliharaan Pastikan ukuran akuarium memadai karena ikan ini bisa tumbuh sangat besar.
Pembuangan Jangan lepas ke alam liar. Serahkan ke komunitas pencinta ikan atau karantina perikanan.
Identifikasi Waspadai produk olahan (seperti siomay atau bakso) yang menggunakan daging ikan sapu-sapu dari sumber tidak jelas.

Kesimpulannya, ikan sapu-sapu adalah makhluk yang bermanfaat dalam ekosistem terbatas seperti akuarium, namun dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan keseimbangan alam jika tidak dikelola dengan bijak. Selalu pastikan sumber asal ikan sebelum memutuskan untuk memanfaatkannya.

(Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya