Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAKIRAAN cuaca BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 10–16 April 2026, seiring berlangsungnya masa peralihan musim menuju musim kemarau 2026.
Dalam keterangan resminya, BMKG mencatat hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi di berbagai daerah pada 6–8 April 2026. Curah hujan tinggi antara lain terpantau di Papua Barat, DI Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Papua, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Lampung.
BMKG menjelaskan, cuaca sepekan ke depan itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer, seperti aktivitas gelombang Rossby ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi sebagian wilayah Indonesia.
"Selain itu, peralihan Monsun Asia menuju Monsun Australia turut membentuk pola sirkulasi udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan," ungkap BMKG dalam keterangan resmi, Jumat (10/4).
Untuk periode 10–12 April 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa daerah, seperti Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Maluku. Sementara itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Sumatera Barat, Papua Barat, dan Papua.
Memasuki periode 13–16 April 2026, kondisi hujan ringan hingga sedang masih mendominasi, namun peningkatan intensitas hujan sedang hingga lebat tetap berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Status siaga hujan lebat diperkirakan berlaku di Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan, serta angin kencang di Papua Barat Daya.
BMKG menambahkan, meskipun fenomena global seperti ENSO dan Dipole Mode berada pada fase netral, dinamika atmosfer regional dan lokal masih cukup aktif. Aktivitas MJO, gelombang atmosfer, serta sirkulasi siklonik di beberapa perairan Indonesia dinilai berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan.
"Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan petir. Pengendara juga diminta berhati-hati terhadap kemungkinan gangguan jarak pandang dan genangan di jalan," beber BMKG.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan rapuh saat hujan disertai angin kencang dan petir, serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem.
Selain itu, masyarakat diminta untuk rutin memantau info cuaca BMKG terkini, termasuk situs web dan aplikasi InfoBMKG, guna mengantisipasi dampak cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.
(H-3)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
BMKG memperingatkan bahwa potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia sepanjang periode 14–20 April 2026.
Waspada cuaca ekstrem! BMKG rilis daftar provinsi berpotensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang periode 13-19 Maret 2026. Cek status siaga berdasarkan prakiraan cuaca BMKG di sini.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, seiring masih signifikannya pengaruh dinamika atmosfer global.
BMKG mengatakan potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di sebagian besar Sumatra, Jawa bagian barat, serta wilayah tengah dan timur Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved