BMKG: Hujan Lebat Masih Mengancam Mayoritas Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan

Atalya Puspa    
14/4/2026 13:51
BMKG: Hujan Lebat Masih Mengancam Mayoritas Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan
Warga beraktivitas di tengah hujan yang mengguyur Jakarta.(Dok. MI/Usman Iskandar)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia sepanjang periode 14–20 April 2026. Kondisi itu terjadi di tengah penguatan Monsun Australia yang mulai mendominasi pola cuaca sepekan nasional.

Berdasarkan catatan BMKG, sejumlah daerah telah diguyur hujan deras pada periode 9–12 April lalu. Aceh menjadi wilayah dengan curah hujan tertinggi, mencapai 105,5 mm per hari, disusul DI Yogyakarta sebesar 103,7 mm per hari dan Papua Barat 97,7 mm per hari.

"Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity di sejumlah wilayah, serta fenomena Madden-Julian Oscillation yang melintasi sebagian besar wilayah Sumatera," demikian keterangan BMKG, Selasa (14/4). 

Meski Monsun Australia kian menguat dan membawa massa udara kering dari selatan, BMKG menegaskan sejumlah dinamika atmosfer lainnya tetap menjaga potensi hujan di berbagai penjuru nusantara. MJO diprediksi aktif melintasi Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. 

Sementara Gelombang Kelvin diperkirakan aktif di Sumatra bagian tengah hingga selatan, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua bagian utara dan tengah.

"Pola angin zonal yang didominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia menjadi salah satu tanda bahwa beberapa wilayah mulai berangsur memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau," ujar BMKG.

Untuk periode 14–16 April, prakiraan cuaca BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah provinsi, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, dan Papua Tengah. Angin kencang juga diwaspadai di Papua Barat dan Papua.

Memasuki periode 17–20 April, intensitas hujan diprakirakan sedikit mereda menjadi ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah. Status siaga pada periode ini hanya berlaku untuk Jawa Barat dan Papua Pegunungan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

"Masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir. Hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat hujan disertai angin kencang," tegas BMKG.

Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini terkini dapat diakses melalui laman bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.  (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya