Sisi Lain Glutathione: Antioksidan yang Bisa Jadi Bahan Bakar Sel Kanker

Abi Rama
08/4/2026 10:24
Sisi Lain Glutathione: Antioksidan yang Bisa Jadi Bahan Bakar Sel Kanker
Ilustrasi(Freepik)

SELAMA ini, glutathione dikenal luas sebagai "induk" dari segala antioksidan. Senyawa alami yang diproduksi oleh hati ini memiliki reputasi mentereng dalam menjaga sistem imun hingga mencerahkan kulit. Namun, sebuah temuan medis terbaru memberikan peringatan mengejutkan: zat yang seharusnya melindungi tubuh ini ternyata bisa "dibajak" oleh sel kanker untuk mendukung pertumbuhannya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature mengungkapkan bahwa sel kanker memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. Dalam kondisi kekurangan nutrisi, tumor mampu memecah glutathione dan mengubahnya menjadi sumber energi alternatif untuk bertahan hidup.

Pedang Bermata Dua bagi Tubuh

Glutathione pada dasarnya adalah senyawa vital yang tersusun dari tiga asam amino utama. Berikut adalah profil singkat mengenai glutathione berdasarkan data yang dihimpun:

Aspek Keterangan
Komposisi Asam amino glutamat, sistein, dan glisin.
Fungsi Utama Melawan stres oksidatif, menjaga imun, dan metabolisme.
Temuan Baru Dapat dipecah menjadi bahan bakar (energi) oleh sel kanker.
Risiko Suplemen Berlebih Gangguan hati, gagal ginjal, dan percepatan tumor.

Isaac Harris, peneliti utama dalam studi tersebut, menjelaskan bahwa sel normal dan sel kanker menggunakan sumber nutrisi yang berbeda. "Kami menemukan bahwa sel kanker secara khusus memecah glutathione dan menjadikannya sebagai bahan bakar," ujarnya sebagaimana dikutip dari Happiest Health.

Risiko Suplemen Sintetis

Meskipun suplemen glutathione dalam bentuk kapsul maupun suntikan populer untuk kecantikan dan kesehatan, para ahli kini mulai memberikan batasan tegas. Dr. Radheshyam Naik memperingatkan bahwa individu yang berisiko atau sudah didiagnosis kanker sebaiknya menghindari penggunaan suplemen glutathione sintetis.

Kadar glutathione yang terlalu tinggi dalam tubuh justru dikhawatirkan akan mempercepat perkembangan sel kanker. Selain itu, konsumsi jangka panjang tanpa pengawasan medis yang ketat berisiko merusak organ vital seperti hati dan ginjal.

Catatan Penting: Strategi pengobatan kanker di masa depan kemungkinan besar akan fokus pada pembatasan pasokan nutrisi (asam amino) ke tumor untuk menghambat pertumbuhannya secara efektif.

Kembali ke Sumber Alami

Meski temuan ini menantang paradigma lama, bukan berarti glutathione harus dimusuhi. Para ahli tetap menyarankan masyarakat untuk menjaga kadar antioksidan ini melalui cara-cara alami. Pola makan seimbang yang kaya akan buah dan sayuran tetap menjadi metode terbaik untuk mendukung sistem kekebalan tubuh tanpa risiko berlebih.

Perlu digarisbawahi bahwa penelitian ini masih berada pada tahap laboratorium. Diperlukan studi klinis lebih lanjut pada manusia untuk memastikan sejauh mana mekanisme "pembajakan" glutathione ini berdampak langsung pada pasien kanker di dunia nyata. Untuk saat ini, moderasi dan konsultasi medis menjadi kunci utama dalam mengonsumsi suplemen apa pun. (Happiest Health/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya