Gelar Munas X, LDII Bahas Penguatan Kebangsaan dan Krisis Global

Syarief Oebaidillah
06/4/2026 21:00
Gelar Munas X, LDII Bahas Penguatan Kebangsaan dan Krisis Global
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DEWAN Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X pada 7–9 April 2026 di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta. Agenda lima tahunan ini menjadi forum untuk menentukan kepengurusan baru,  juga menyusun program kerja strategis organisasi ke depan.

Melalui keterangannya resmi, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, mengutarakanMunas X menjadi momentum penting memperkuat peran LDII dalam menjawab tantangan bangsa,  di tingkat nasional maupun global,

 “Munas X ini bukan sekadar agenda organisasi,juga forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja LDII ke depan, termasuk dalam menghadapi berbagai dinamika global yang berdampak pada Indonesia,” ujarnya.

Menurut KH Chriswanto, di antara isu penting yang menjadi perhatian dalam Munas X adalah perkembangan krisis di kawasan Timur Tengah yang berdampak luas terhadap stabilitas dunia. Krisis tersebut dinilai berpengaruh pada  lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok global, hingga potensi resesi ekonomi di berbagai negara.

“Krisis di Timur Tengah tidak bisa dipandang sebagai isu regional semata. Dampaknya sangat luas, mulai dari krisis energi hingga tekanan ekonomi global yang berpotensi memicu resesi,” ungkapnya.

Dikatakannya, apabila kondisi tersebut tidak diantisipasi dengan baik, maka bukan tidak mungkin akan berdampak pada krisis sosial, termasuk meningkatnya angka pengangguran, kemiskinan, serta potensi konflik sosial di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Sebab itu, Munas LDII juga akan membahas berbagai terobosan, usulan solusi dan kontribusi nyata yang bisa diberikan organisasi dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mendorong kemandirian ekonomi umat,” tegasnya.

Selain isu global, Munas X juga  menekankan pentingnya sinergi antara LDII dengan pemerintah dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas nasional, terutama di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks. 

Untuk itu, DPP LDII mengundang pejabat tinggi pemerintah untuk memberikan pembekalan, agar kepengurusan DPP LDII sigap mengimplementasikan program kerja guna mendukung program pemerintah. 
Diutarakannya, LDII mengundang banyak kementerian atau sekitar 13 kementerian di antara yang telah menyatakan positif hadir Menko PMK Pratikno, Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. 

"Dengan Menteri Kebudayaan kita akan MoU tentang upaya mengembalikan budaya story telling.Dengan Mendikdasmen kami akan sosialisakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di seluruh sekolah sekolah kami," cetusnya.

KH Chriswanto berharap, melalui Munas X, LDII dapat melahirkan kepengurusan yang solid dan program kerja yang adaptif, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, “LDII berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi, dalam menghadapi tantangan nasional maupun global, demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, harmonis, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Keterlibatan Generasi Muda

Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi n, selaku Ketua Panitia Pelaksana Munas X LDII,menambahkan acara akan dihadiri 800 peserta yang merupakan perwakilan dari kepengurusan tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, para ulama, dan pimpinan pondok pesantren di bawah naungan LDII. “Acara ini juga dilengkapi Gen Fest, atau Festival Generus yang merupakan etalase kemandirian generasi muda warga LDII,” kata Rulli.

Gen Fest dihadiri 80 stan yang merupakan perwakilan sekolah, pondok pesantren, UMKM, travel umroh dan haji, hingga bisnis kuliner. Acara yang dikelola generasi muda LDII dan LDII News Network (LINES) itu, juga menjadi wahana edukasi dengan berbagai talkshow mengenai berbagai usaha di bidang industri kreatif. Gen Fest yang merupakan kegiatan pendukung Munas X LDII ini juga diisi Festival Seni Pencak Silat bekerja sama dengan Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD. Hal ini sebagai salah satu upaya melestarikan budaya bangsa, mempererat tali silaturahmi, serta membina karakter generasi muda. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya