Lestari Moerdijat: Pendidikan Bermutu Kunci Pemberdayaan Perempuan

Media Indonesia
06/4/2026 16:17
Lestari Moerdijat: Pendidikan Bermutu Kunci Pemberdayaan Perempuan
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.(Dok. Medcom)

WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa dukungan terhadap upaya pemberdayaan perempuan harus diwujudkan melalui kemudahan akses dan pendidikan berkualitas bagi setiap warga negara. Menurutnya, pendidikan adalah instrumen vital untuk memperluas ruang kepemimpinan perempuan di berbagai sektor.

“Pemberdayaan perempuan tidak bisa dipisahkan dari akses dan mutu pendidikan. Ini adalah jalan utama membuka pengetahuan, membangun kepercayaan diri, dan memperluas ruang kepemimpinan perempuan,” ujar Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/4).

Pernyataan tersebut merespons langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang secara resmi mencanangkan April 2026 sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan. Agenda yang diluncurkan di Kantor Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada Rabu (1/4) tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan: Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Tantangan Indeks Kesenjangan Gender

Lestari, yang akrab disapa Rerie, menilai kebijakan ini merupakan respons strategis terhadap tantangan fundamental perempuan di tanah air. Ia menyoroti data World Economic Forum (WEF) tahun 2025, di mana skor Indeks Kesenjangan Gender (Gender Gap Index) Indonesia berada di angka 0,692.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-97 dari 148 negara secara global, atau posisi ke-7 dari 10 negara di tingkat ASEAN. Rerie menilai posisi menengah-bawah ini menunjukkan bahwa tingkat kesetaraan gender di Indonesia masih memerlukan perbaikan signifikan.

"Ini pekerjaan rumah besar kita. Pendidikan yang bermutu adalah fondasi untuk mengubah angka ini, agar perempuan tidak hanya hadir, tetapi juga memimpin dalam pengambilan keputusan,” tegas Rerie yang juga merupakan Anggota Komisi X DPR RI tersebut.

Mendorong Peran Perempuan di Sektor STEM

Meskipun Angka Partisipasi Sekolah (APS) perempuan usia 7-18 tahun menunjukkan tren positif dan konsisten lebih tinggi dari laki-laki, Rerie mencatat adanya ketimpangan serius pada bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).

“Meski akses pendidikan sudah baik, kita masih menghadapi kesenjangan di bidang STEM. Padahal, STEM adalah sektor kunci masa depan,” ungkap Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Ia berharap melalui momentum Bulan Pemberdayaan Perempuan ini, akan lahir generasi perempuan yang lebih berdaya saing dan kompeten. Penguatan akses pendidikan diharapkan mampu mencetak pemimpin perempuan yang siap mengambil peran strategis dalam mendukung visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya