Lestari Moerdijat: Pengamalan Nilai Kebangsaan Wujudkan Harmoni Kehidupan Bernegara

Media Indonesia
18/4/2026 15:48
Lestari Moerdijat: Pengamalan Nilai Kebangsaan Wujudkan Harmoni Kehidupan Bernegara
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat .(Dok. MPR RI)

PENGAMALAN nilai-nilai kebangsaan yang diwarisi para pendahulu bangsa bertujuan untuk mewujudkan harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi generasi penerus. Hal ini mencakup hubungan harmonis antara manusia dengan sesama, maupun manusia dengan alam lingkungannya.

"Pengamalan nilai-nilai kebangsaan mendorong terwujudnya harmoni dalam keseharian kita, termasuk dalam hubungan antara manusia dan alam yang sejak masa lampau ditopang oleh beragam kearifan lokal di tanah air kita," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/4).

Pernyataan tersebut disampaikan Lestari saat menghadiri Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dikemas melalui acara nonton bareng film berjudul "Teman Tegar: Maira, Whisper From Papua", di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (17/4).

Kearifan Lokal dan Pelestarian Alam

Film tersebut mengisahkan sosok Maira, gadis berusia 12 tahun di pedalaman Papua yang berjuang melindungi hutan tempat tinggalnya dari ancaman pembalakan liar. Menurut Lestari, pesan dalam film tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.

Lestari, yang akrab disapa Rerie, berpendapat bahwa mengedepankan kearifan lokal adalah langkah tepat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa sejatinya manusia dan alam tidak pernah benar-benar terpisah.

Fakta ini, lanjut Rerie, sangat dipahami oleh masyarakat di Sulawesi Tengah yang memiliki sejarah menghadapi perubahan lingkungan ekstrem akibat bencana alam di masa lalu. Melalui nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, generasi penerus diingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab sebagai bangsa.

Anggota Komisi X DPR RI sekaligus Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini menekankan bahwa kesadaran kolektif adalah kunci masa depan. Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam isu-isu kebangsaan dan lingkungan.

"Belajar dari film 'Teman Tegar: Maira, Whisper From Papua', masa depan tidak ditentukan oleh apa yang kita ketahui, tetapi oleh apa yang kita sadari dan kita lakukan. Generasi muda hari ini bukan hanya saksi, tetapi penentu arah perjalanan bangsa," pungkas Rerie. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya