Lestari Moerdijat Desak Paradigma Baru Layanan Kesehatan Perempuan, Fokus Preventif dan Deteksi Dini

mediaindonesia.com
29/4/2026 17:04
Lestari Moerdijat Desak Paradigma Baru Layanan Kesehatan Perempuan, Fokus Preventif dan Deteksi Dini
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat menjadi narasumber dalam talkshow Forum Nasional Kesehatan Perempuan bertema No Woman Left Behind: Akses Setara, Layanan Setara, Layanan Unggul, Masa Depan Tangguh di kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia(Dok. Istimewa)

WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa kesehatan perempuan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas generasi dan ketahanan bangsa di masa depan. Dalam Forum Nasional Kesehatan Perempuan di Jakarta, Rabu (29/4/2026), Lestari mengingatkan bahwa mengabaikan kesehatan perempuan sama saja dengan mempertaruhkan masa depan Indonesia.

“Ketika kesehatan perempuan tidak menjadi prioritas, maka yang kita pertaruhkan bukan hanya individu, tetapi masa depan bangsa,” kata Lestari dalam diskusi bertajuk No Woman Left Behind: Akses Setara, Layanan Setara, Layanan Unggul, Masa Depan Tangguh.

Lestari mengatakan berbagai masukan publik menunjukkan tantangan kesehatan perempuan di Indonesia masih berkaitan dengan pemerataan akses layanan, penguatan literasi kesehatan, serta pentingnya pendekatan preventif dan deteksi dini.

Menurut perempuan yang akrab disapa Rerie itu, diperlukan paradigma baru dalam menghadapi persoalan kesehatan perempuan dengan lebih mengedepankan layanan kesehatan berbasis pencegahan.

Ia menilai langkah ke depan harus diarahkan pada perubahan yang lebih mendasar agar layanan kesehatan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat sekaligus membangun kesadaran sejak dini melalui pendidikan dan lingkungan sosial.

“Perempuan harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan. Dari sana kualitas generasi dibentuk, dan ketahanan bangsa ditentukan,” ujar Rerie.

Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Layanan Kesehatan Perempuan

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan masyarakat untuk menghadirkan layanan kesehatan yang terintegrasi dan berdampak nyata.

Menurutnya, upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan perempuan harus dilakukan secara konsisten dan terukur agar seluruh perempuan Indonesia memperoleh akses kesehatan yang layak.

“Kita membutuhkan langkah yang konsisten dan terukur, agar setiap perempuan Indonesia memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak. Karena di situlah fondasi Indonesia yang kuat dibangun,” pungkas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya