Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI sering dianggap sebagai penyakit anak-anak, campak tetap menjadi ancaman kesehatan serius yang perlu diwaspadai orang dewasa. Sifatnya yang sangat menular dan potensi komplikasi berat menjadi alasan utama mengapa masyarakat tidak boleh lengah.
Dalam kegiatan PAPDI Forum bertajuk Campak pada Dewasa: Tanda Bahaya dan Penanganan yang Tepat serta Peran Vaksinasi di Jakarta, Selasa (31/3), para ahli menekankan pentingnya deteksi dini dan perlindungan melalui imunisasi.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Adityo Susilo, Sp.PD, K-PTI, menjelaskan bahwa tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
MI/HO--Kegiatan PAPDI Forum bertajuk Campak pada Dewasa: Tanda Bahaya dan Penanganan yang Tepat serta Peran Vaksinasi di Jakarta, Selasa (31/3).“Kalau daya tahan tubuh baik, umumnya pasien bisa sembuh tanpa komplikasi,” ujarnya.
Namun, kondisinya akan berbeda bagi kelompok rentan. Mereka yang mengalami malnutrisi, penderita gangguan sistem imun (HIV/AIDS), pasien kanker yang menjalani kemoterapi, serta ibu hamil memiliki risiko tinggi terkena komplikasi serius.
Virus campak dapat menyebar ke berbagai organ dan memicu kondisi fatal.
“Komplikasi yang dapat muncul meliputi pneumonia, infeksi otak (ensefalitis), gangguan mata seperti keratitis, hingga infeksi telinga. Meski tergolong jarang, komplikasi berat bahkan dapat menyebabkan kematian, dengan estimasi sekitar satu dari seribu kasus," ungkap Adityo
Salah satu tantangan dalam menangani campak adalah gejalanya yang mirip dengan infeksi saluran pernapasan biasa pada fase awal.
Adityo memaparkan gejala Tiga C yang perlu diwaspadai:
Ruam merah yang khas biasanya baru muncul beberapa hari setelah demam. Kondisi inilah yang disebut sebagai "jendela penularan", saat pasien sudah bisa menularkan virus sebelum penyakitnya teridentifikasi.
Penularannya pun sangat cepat, baik melalui percikan droplet maupun partikel udara (airborne).
Masyarakat sering kali tertukar antara campak (rubeola) dengan campak Jerman (rubella). Padahal, keduanya disebabkan oleh virus yang berbeda.
Tanda klinis yang paling membedakan adalah munculnya bercak Koplik, bercak putih kebiruan di bagian dalam pipi, yang hanya ditemukan pada kasus campak.
Hingga saat ini, belum ada antivirus spesifik untuk campak. Pengobatan yang diberikan bersifat suportif, yakni:
Ketua Umum PP PAPDI, dr. Eka Ginanjar, Sp.PD, K-Kv, menegaskan bahwa imunisasi adalah langkah pencegahan yang paling efektif. Selain melindungi diri sendiri, cakupan vaksinasi yang mencapai 95% dapat membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).
Pada orang dewasa, pemberian dua dosis vaksin terbukti mampu menurunkan risiko rawat inap hingga 71%–83%.
Sebagai langkah antisipasi, PAPDI merekomendasikan empat langkah utama bagi masyarakat:
Dengan kewaspadaan tinggi dan kesadaran untuk melakukan vaksinasi, risiko komplikasi berat akibat campak dapat ditekan secara signifikan. (Z-1)
PAPDI menekankan pentingnya vaksinasi MMR bagi orang dewasa guna mencegah penularan campak yang tinggi dan risiko komplikasi serius.
PAPDI menegaskan perbedaan campak (rubeola) dan rubella. Kenali gejala khas 3C dan bercak koplik untuk penanganan medis yang tepat.
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI dr. Sukamto Koesnoe menekankan pentingnya vaksinasi campak sebagai investasi kesehatan jangka panjang yang efisien.
cacara api atau herpes zooseter disebabkan oleh virus. Insidens cacar api terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, metode pencegahannya dengan vaksinasi.
Herpes zoster menimbulkan ruam yang amat nyeri. Penyebabnya adalah reaktivasi virus cacar air yang ‘tinggal’ di dalam tubuh.
Campak sangat berbahaya bagi bayi. Ketahui cara mencegah penularan, pentingnya imunisasi, serta gejala yang harus diwaspadai.
Gejala campak biasanya muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Gejala berkembang dalam beberapa fase yang khas.
PEMERINTAH mengimbau orang tua dan sekolah untuk mewaspadai gejala campak pada anak, terutama dengan mengenali tanda khas 3C, yakni batuk, pilek, dan mata merah.
Campak bukan sekadar ruam biasa. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia hingga ensefalitis. Simak gejala dan pencegahannya.
Kenali gejala campak pada orang dewasa yang bisa lebih berbahaya, mulai dari demam tinggi hingga ruam, serta langkah pencegahan melalui vaksinasi MMR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved