Kenali Gejala 3C Campak, Anak Sakit Diimbau tidak Masuk Sekolah

Atalya Puspa    
10/4/2026 18:10
Kenali Gejala 3C Campak, Anak Sakit Diimbau tidak Masuk Sekolah
Seorang dokter melayani pasien balita yang akan menjalani vaksinasi campak di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026).(Antara)

PEMERINTAH mengimbau orang tua dan sekolah untuk mewaspadai gejala campak pada anak, terutama dengan mengenali tanda khas 3C, yakni batuk, pilek, dan mata merah. Anak yang mengalami gejala tersebut diminta tidak masuk sekolah guna mencegah penularan yang sangat cepat.

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan tinggi.

“Kemampuan penularan virus campak ini sekitar 12-18. Artinya satu penderita bisa menularkan ke 12 sampai 18 orang,” ujar Andi dalam konferensi pers, Jumat (10/4).

Karena itu, orang tua diminta lebih waspada terhadap kondisi anak, terutama yang masih bersekolah. “Jika ada gejala demam kemudian batuk, sebaiknya tidak perlu masuk ke sekolah, pastikan dibawa ke fasilitas kesehatan dan setelah sembuh baru kembali belajar,” katanya.

Ia menambahkan, guru juga memiliki peran penting dalam mendeteksi dini gejala campak di lingkungan sekolah. “Kalau sudah ada gejala 3C, yaitu batuk, pilek, dan konjungtivitis atau mata merah, itu harus diwaspadai dan segera diperiksakan,” ujarnya.

Jika ditemukan kasus di kelas, sekolah diminta segera berkoordinasi dengan puskesmas untuk dilakukan pelacakan dan pengawasan. “Kalau ada satu anak terkena campak, sebaiknya dirumahkan dulu, tidak perlu sekolah supaya penularan berhenti,” kata Andi.

Pemerintah, kata dia, juga menyiapkan langkah lanjutan jika kasus meningkat, seperti imunisasi kejar hingga Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah terdampak. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya