Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBATASAN akses media sosial kepada anak di bawah 16 tahun melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas)menjadi penyaring agar anak tetap aman berselancar di ruang digital.
PP Tunas tersebut juga diharapkan bisa mencegah terjadinya kasus child grooming yang muncul di media sosial yang bisa menyasar anak siapa pun karena child grooming bergerak secara diam, bertahap, dan tidak langsung.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Ariani menjelaskan child grooming merupakan proses manipulatif terhadap anak di bawah usia 18 tahun yang dilakukan pelaku untuk membangun kepercayaan dan kedekatan emosional dengan anak secara bertahap agar anak merasa aman dan percaya, dengan tujuan eksploitasi seksual.
Child grooming melibatkan pendekatan emosional, manipulasi psikologis, dan desensitisasi terhadap perilaku seksual.
"Kuncinya harus ada pendekatan emosional, ada manipulasi dari psikologisnya, dan desensitisasi terhadap perilaku seksual. Jadi si anak akan menganggap perilaku seksual itu bertahap pelan-pelan akan menjadi sebuah hal yang normal. Serangkaian tindakan yang terencana. Tujuannya untuk dia jadi tidak tahu batasan-batasan yang normal, yang harusnya tidak boleh jadi diperbolehkan akhirnya menciptakan peluang untuk eksploitasi," kata Ariani secara daring, Selasa (31/3).
Selanjutnya ada lima poin penting untuk membedakan child grooming, pedofilia, atau kekerasan seksual lainnya. Pertama, prosesnya bertahap bukan instan, melainkan proses yang memakan waktu, pelaku perlahan mendekati dan memanipulasi targetnya. Kedua, membangun kepercayaan yakni pelaku sangat lihai menampilkan sisi baik dirinya dan mengelabui keluarga atau lingkungan korban agar mereka dipercaya.
Ketiga, manipulasi emosional. Pelaku memanfaatkan kerentanan emosional anak seperti rasa kesepian, harga diri rendah, atau masalah di rumah untuk membuat anak merasa nyaman dan istimewa.
"Jadi pelaku ini memanfaatkan nih anak yang labir, yang nanti ada beberapa kriteria si anak ini jadi sasaran untuk pelaku gitu ya. Untuk membuat anak jadinya merasa dihargai, merasa nyaman, merasa aman, menjadi istimewa yang dia tidak dapatkan sebelumnya," ujar Ariani.
Keempat adalah modus daring / luring, grooming dapat terjadi secara langsung (tatap muka) maupun secara daring melalui media sosial atau game online. Kelima, tujuan eksploitasi berupa memanipulasi, mengeksploitasi, atau melecehkan korban secara seksual.
"Jadi dengan beberapa proses, tahapan, tujuan akhirnya pasti eksploitasi seksual pada anak," ucapnya.
Kasus child grooming bisa saja meningkat seiring pesatnya akses internet dan media sosial, dengan berbagai platform baru yang muncul, dengan game online dan sebagainya. (Iam/P-3)
Anak-anak mengikuti kegiatan belajar menari di Sanggar Merti Desa, Desa Brayo, Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Menkomdigi Meutya Hafid sebut Roblox belum sepenuhnya patuhi PP Tunas meski sudah rilis fitur Roblox Kids. YouTube resmi bergabung patuhi aturan
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
KPAI menyoroti risiko radikalisme anak di media sosial. Simak peran PP Tunas dan pentingnya pengawasan orang tua dalam melindungi anak di ruang digital.
Kegiatan literasi gratis yang rutin digelar setiap hari Minggu tersebut bertujuan memudahkan anak mengakses beragam bahan bacaan secara inklusif.
Pembatasan akses mandiri ini akan memaksa teknologi kembali ke fungsinya yang semula, yaitu sebagai alat bantu literasi dan riset, bukan sekadar hiburan tanpa henti.
UNICEF mencatat kematian anak di bawah lima tahun turun drastis sejak 2000, namun laju penurunannya melambat sejak 2015, dengan jutaan kematian yang sebagian besar masih dapat dicegah.
Ramadan tahun ini dimanfaatkan pusat perbelanjaan untuk menarik kunjungan lewat kombinasi hiburan, belanja, dan kegiatan sosial.
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
DENSUS 88 Antiteror mengidentifikasi sekitar 70 anak di Indonesia terpapar ideologi kekerasan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved