Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Anak relawan Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan, Hendri Azis, menyebut banyak anak di pengungsian korban bencana banjir Aceh mengeluhkan infeksi saluran pernapasan atas, demam, diare, serta penyakit kulit.
"Keluhan yang paling banyak kami temukan adalah batuk, pilek, demam, gejala infeksi saluran pernapasan atas, diare, serta penyakit kulit. Kondisi ini memang sering muncul pada anak-anak pascabencana," kata Hendri, Selasa (13/1).
Hal itu diungkapkan Hendri saat memberikan layanan kesehatan terpadu bagi anak-anak terdampak bencana di lokasi pengungsian Desa Sukajadi, Aceh Tamiang bersama TCK Kemenkes dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Banda Aceh.
Pelayanan difokuskan pada kelompok rentan, khususnya balita, dengan jumlah sekitar 80 anak. Selain pengobatan, tim juga melakukan skrining status gizi melalui pengukuran berat badan, panjang badan, dan lingkar lengan atas (LiLA).
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
“Balita merupakan kelompok yang paling rentan terdampak bencana. Karena itu, selain pengobatan, kami juga melakukan pemantauan gizi secara menyeluruh agar kondisi anak-anak dapat ditangani sedini mungkin,” tambahnya.
Pelayanan kesehatan mencakup upaya preventif, promotif, dan kuratif. Upaya preventif dilakukan melalui pemberian vitamin A dan obat cacing, sementara promotif melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk kebersihan diri dan kebiasaan gosok gigi. Pelayanan kuratif diberikan kepada anak-anak yang datang berobat dengan keluhan kesehatan.
Sementara itu, Perwakilan IDAI Cabang Banda Aceh, dr. Rismalisa Fitri, menyampaikan kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi tenaga kesehatan dalam penanganan kesehatan anak pascabencana.
“Pelayanan dilakukan di posko kesehatan dan fasilitas yang telah ditetapkan, mencakup penyuluhan, pemeriksaan gizi, hingga pengobatan anak,” ujarnya.
Ia menegaskan layanan kesehatan anak akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk meminimalkan dampak bencana terhadap tumbuh kembang anak.
Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui Tim TCK serta berkolaborasi dengan organisasi profesi guna memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya anak-anak. (Iam/P-3)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Bukan saja saat malam tiba, tapi pada siang hari pun nyamuk memenuhi sudut-sudut ruangan tenda pengungsian dan kamar.
BMKG memberi peringatan dini cuaca ekstrem dan. peningkatan curah hujan yang diprakirakan mencapai lebih dari 400mm hingga Februari mendatang.
Selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
Para pengungsi kini dihantui risiko penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan hunian yang padat.
PARA korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat memerlukan berbagai bentuk dukungan sosial agar dapat pulih secara emosional maupun fisik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved