Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Raya Idul Fitri sering kali dipandang sebagai momen penuh kebahagiaan dan silaturahmi. Namun, di balik kemeriahannya, tekanan sosial, pertanyaan pribadi yang mengusik, hingga kelelahan fisik dan emosional kerap membayangi sebagian orang.
Psikolog sekaligus dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Nur Islamiah, MPsi, PhD menekankan pentingnya mengelola kesehatan mental agar perayaan Lebaran tidak berubah menjadi beban psikologis. Salah satu kuncinya adalah menetapkan batasan psikologis (psychological boundaries).
Menurut psikolog yang biasa disapa Mia itu, banyak orang merasa tertekan karena merasa harus selalu tampil sempurna di depan keluarga besar.
"Kita tidak punya kewajiban dan memang tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Sering kali kita merasa harus selalu tersenyum, melayani tamu, dan menjaga suasana," ujarnya.
Ia menyarankan agar setiap individu mengenali kapasitas dirinya. Menetapkan batas waktu dan energi untuk bersosialisasi bukanlah bentuk ketidaksopanan, melainkan upaya menjaga keseimbangan emosional agar tidak mudah tersinggung atau merasa "kosong" di tengah keramaian.
Salah satu pemicu stres terbesar saat berkumpul keluarga adalah pertanyaan retoris mengenai pencapaian hidup, seperti "kapan menikah?" atau "kapan punya anak?". Untuk menyikapinya, Mia menyarankan jawaban yang singkat namun tetap sopan.
"Masih dalam proses, mohon doanya, ya. Jawaban seperti ini cukup untuk menjaga kenyamanan tanpa harus menjelaskan terlalu banyak," katanya.
Kesibukan menerima tamu tanpa jeda sering kali memicu kelelahan mental. Mia mengingatkan bahwa merasa lelah di tengah suasana bahagia adalah hal yang wajar dan valid.
Beberapa cara sederhana untuk memulihkan energi emosional antara lain:
Bagi mereka yang harus merayakan Lebaran jauh dari keluarga, rasa kesepian mungkin akan lebih terasa. Mia berpesan agar individu tersebut tetap menjaga koneksi melalui teknologi.
"Hubungi orang yang disayangi, lakukan panggilan video meski hanya sebentar. Yang terpenting, jangan memendam semuanya sendirian," pesan Mia.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa Lebaran bukanlah ajang perlombaan untuk terlihat paling sukses atau bahagia. Memberi ruang bagi diri sendiri justru merupakan tanda kematangan emosional. (Z-1)
Psikolog Ratih Ibrahim memperingatkan risiko PTSD pada korban kecelakaan kereta api. Simak gejala, faktor risiko, dan pentingnya penanganan dini di sini.
Penelitian terbaru mengungkap konsep 'affective tactile memory'. Ternyata, tubuh kita merekam sentuhan bermakna sebagai sensasi fisik yang membentuk rasa aman seumur hidup.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Masalah emosi dan perilaku pada anak usia dini kerap kali dipersepsikan sebagai fase perkembangan yang wajar.
Menelusuri makna Idul Fitri melalui puitika Jeihan Sukmantoro dan filsafat Islam. Mengubah ritual salaman menjadi kesadaran moral yang tercerahkan.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
IDUL Fitri baru saja kita rayakan. Selama sebulan, kita berlatih menahan diri dan mempertajam empati.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Presiden Prabowo hubungi Mahmoud Abbas dan pemimpin dunia Islam saat Idul Fitri. Langkah ini jadi sinyal kuat diplomasi Indonesia di panggung global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved