Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG libur Tahun Baru Imlek, suasana sukacita mulai terasa di berbagai daerah. Tradisi berkumpul bersama keluarga, menikmati hidangan khas, hingga berbagi angpao menjadi momen yang dinantikan setiap tahun. Di balik kemeriahan tersebut, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, khususnya terkait penyakit jantung.
Fenomena meningkatnya kasus gangguan kardiovaskular saat musim liburan dikenal sebagai “Christmas Holiday Effect.” Sejumlah penelitian internasional menunjukkan angka kematian akibat penyakit jantung cenderung meningkat pada periode libur akhir tahun. Meski istilah tersebut merujuk pada perayaan Natal, pola yang sama juga dapat terjadi pada momen libur besar lainnya, termasuk Imlek. Informasi ini dilansir dari laman Elliot Hospital.
Ada beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap peningkatan gangguan jantung selama masa liburan.
Meski identik dengan kebahagiaan, liburan juga dapat memicu stres. Persiapan acara, tekanan finansial, perjalanan jauh, hingga dinamika keluarga bisa meningkatkan tekanan emosional. Kondisi ini berpengaruh pada naiknya tekanan darah dan detak jantung, yang menjadi faktor risiko serangan jantung.
Perayaan Imlek identik dengan sajian khas seperti kue keranjang, hidangan bersantan, makanan tinggi gula, serta berbagai camilan manis dan gurih. Konsumsi berlebihan makanan tinggi lemak, gula, dan garam dapat meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah, sehingga membebani sistem kardiovaskular.
Dalam sejumlah perayaan, konsumsi minuman beralkohol juga meningkat. Padahal, alkohol berlebih dapat menyebabkan dehidrasi, tekanan darah tinggi, serta gangguan irama jantung.
Libur panjang sering membuat rutinitas olahraga terhenti. Aktivitas fisik berkurang karena perjalanan, silaturahmi, atau sekadar ingin beristirahat. Akibatnya, berat badan naik dan faktor risiko penyakit jantung meningkat.
Tak sedikit orang yang menunda pergi ke dokter saat liburan karena enggan mengganggu momen kebersamaan. Gejala seperti nyeri dada atau sesak napas kerap dianggap sebagai kelelahan biasa. Padahal, dalam kasus penyakit jantung, keterlambatan penanganan bisa berakibat fatal.
Agar tetap sehat selama perayaan Imlek, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.
(Elliot Hospital/Z-2)
Riset terbaru mengungkap kenaikan berat badan di usia muda jauh lebih mematikan. Simak kaitan obesitas dini dengan risiko jantung dan diabetes.
Masalah utama ada pada gejala yang sering terlihat biasa. Pada bayi, tanda awal penyakit jantung bawaan kerap muncul dalam bentuk perubahan fisik yang halus, tetapi signifikan.
Penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis akibat faktor risiko seperti diabete dan, hipertensi.
Kebiasaan rutin yang dilakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Aritmia bisa terjadi pada usia muda tanpa disadari. Kenali gejala ringan, faktor pemicu, dan cara pencegahannya agar terhindar dari gangguan jantung berbahaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved