Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
Ia menilai destinasi wisata edukatif untuk pelajar harus bertarif murah atau wajar, dalam arti terjangkau oleh masyarakat, termasuk orangtua pelajar yang penghasilannya rendah.
"Jika dinaikkan, tandanya pemerintah tidak memiliki itikad untuk mendukung program pendidikan. Pemerintah justru cenderung berpihak pada pengusaha wisata jika destinasi milik swasta atau memeras rakyat jika destinasi wisata dikelola pemerintah," kata Acep saat dihubungi, Minggu (4/1).
Dengan kenaikan tarif tersebut ia menilai rekreasi edukatif bisa berubah menjadi de-kreasi, karena siswa bukan mendapat penyegaran kembali kreativitas (rekreasi) pada masa libur, tetapi justru mengalami pengrusakan (de-kreasi) karena orangtua harus menambah pengeluarannya yang akan berakibat kepada ekonomi keluarga.
"Ketimbang tarif dinaikkan, seharusnya digratiskan dan sediakan fasilitas pendidikan rekreatif yang lengkap dan fungsional," ungkapnya.
Destinasi wisata bernilai edukasi idealnya dibuat sebagai wahana agar pelajar bergembira untuk belajar.
"Di samping itu, juga harus terjangkau dan mudah diakses. Jadikan destinasi wisata pendidikan sebagai wahana untuk menyuburkan tumbuhnya budaya belajar, baik bagi siswa maupun guru," pungkasnya. (Iam/M-3)
Memasuki usia ke-248 tahun, MNI menjadi simbol identitas nasional, serta ruang yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Target ini disertai dengan fokus pada kualitas kunjungan, melalui penguatan kurasi pameran, program edukasi, serta peningkatan kenyamanan pengunjung.
MNI tengah menyiapkan alih fungsi auditorium pada basement gedung jadi masjid. Fasilitas ibadah itu ditargetkan dapat digunakan pada akhir Januari 2026.
Dengan kenaikan tarif, rekreasi edukatif justru menjadi pengrusakan (de-kreasi) karena orangtua harus menambah biaya.
Saat harga tiket masuk ke museum murah saja, faktanya minat publik untuk wisata edukasi masih rendah.
Pelajar SMA/SMK Indonesia menyulap ampas kopi dan cangkang telur jadi produk bisnis berkelanjutan melalui Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program.
Baznas melalui Rumah Sehat Baznas (RSB) Pesawaran memberikan layanan kesehatan gratis, sekaligus edukasi bahaya merokok bagi para pelajar di SMP Negeri 27 Pesawaran, Lampung.
Peran pendidikan menjadi krusial dalam membekali pelajar dengan perspektif global serta kemampuan kolaborasi lintas budaya.
KOMPETENSI digital merupakan salah satu yang krusial untuk terus ditingkatkan di kalangan pelajar. Hal tersebut harus dilakukan lewat berbagai pelatihan dan edukasi.
Melalui program itu, pelajar tidak hanya diajak berkunjung, tetapi juga dikenalkan langsung pada proses kenegaraan.
Sejumlah pelajar SD Kanisius Kenalan mengikuti prosesi jalan salib di kawasan Pegunungan Menoreh, Desa Kenalan, Borobudur, Magelang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved