Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa. Padahal, di balik gejalanya yang umum, virus ini menyimpan potensi bahaya yang dapat mengancam jiwa, terutama bagi kelompok rentan.
Dengan tingkat penularan yang sangat tinggi melalui udara dan kontak fisik, pemahaman mengenai pencegahan menjadi kunci utama dalam menekan angka wabah musiman.
Tidak semua virus flu sama. Para ahli kesehatan mengklasifikasikan virus ini ke dalam beberapa tipe. Influenza A dan B menjadi ancaman utama bagi manusia.
Influenza A dikenal sebagai jenis yang paling berbahaya karena kemampuannya bermutasi dengan cepat dan menginfeksi hewan, yang berpotensi memicu pandemi global. Sementara itu, Influenza B meski tidak menyebabkan pandemi, tetap menjadi penyebab utama rawat inap pada anak-anak dan remaja setiap tahunnya.
Berbeda dengan flu biasa, influenza A dan B sering kali datang dengan serangan yang mendadak. Gejala khasnya meliputi:
Masa inkubasi yang singkat, yakni 1 hingga 4 hari, membuat virus ini sangat cepat menyebar dalam komunitas, terutama di daerah beriklim tropis di mana virus dapat menginfeksi sepanjang tahun.
Para ahli menekankan bahwa vaksinasi tahunan adalah cara paling efektif untuk melindungi diri. Mengapa harus setiap tahun? Karena virus influenza terus bermutasi dan tingkat kekebalan tubuh manusia dapat menurun seiring waktu.
Vaksin influenza sangat direkomendasikan bagi lima kelompok prioritas:
Selain vaksinasi, pencegahan dapat dilakukan melalui perubahan perilaku sehari-hari. Langkah-langkah seperti rutin mencuci tangan, menutup mulut saat bersin dengan tisu, serta menjaga jarak dari orang yang sakit adalah proteksi tambahan yang krusial. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan, kita tidak hanya menjaga kesehatan pribadi, tetapi juga memutus rantai penularan di masyarakat. (biofarma/E/3)
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Vaksin influenza trivalen memberikan perlindungan terhadap tiga jenis virus flu utama. Simak manfaat dan efektivitasnya bagi kesehatan tubuh.
Vaksin influenza trivalen kembali menjadi standar global setelah WHO merekomendasikan penghapusan komponen garis keturunan B/Yamagata.
IDAI menyatakan vaksin influenza trivalen aman bagi balita mulai usia 6 bulan, ibu menyusui, dan komorbid. Simak dosis dan rekomendasi WHO terbaru.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Waspadai ISPA dengan menjaga daya tahan tubuh dan hindari polusi. Simak panduan lengkap pencegahan ISPA langsung dari pakar spesialis paru di sini.
KESADARAN terhadap pencegahan penyakit menular dinilai perlu terus diperkuat, terutama untuk penyakit infeksi saluran pernapasan seperti influenza yang masih kerap terjadi di Indonesia.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved