Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASTEKTOMI merupakan salah satu tindakan medis yang paling umum dilakukan dalam penanganan kanker payudara. Prosedur ini melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh jaringan payudara yang terdampak kanker, dengan tujuan mencegah penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lain.
Mengutip dari laman National Breast Cancer Foundation, terdapat setidaknya dua jenis mastektomi yang sering dilakukan, yaitu mastektomi tanpa rekonstruksi dan mastektomi dengan rekonstruksi payudara. Pada mastektomi tanpa rekonstruksi, fokus utama adalah pengangkatan jaringan kanker, sementara rekonstruksi bertujuan membentuk kembali payudara setelah pengangkatan dilakukan.
Masa pemulihan pascamastektomi biasanya berlangsung antara dua hingga empat minggu, tergantung jenis operasi yang dijalani. Mastektomi tanpa rekonstruksi umumnya membutuhkan waktu pemulihan sekitar dua minggu, sedangkan mastektomi yang disertai rekonstruksi dapat memakan waktu hingga empat minggu.
Namun, pemulihan fisik bukanlah akhir dari perjalanan pasien kanker payudara. Pascaoperasi pasien harus merawat dan menjaga payudaranya agar kondisi tetap optimal dan sehat. Anda bisa lakukan beberapa tips berikut untuk menjaga payudara setelah operasi.
Berbeda dengan anggapan pasien harus beristirahat total, pasien mastektomi justru dianjurkan untuk tetap bergerak secara ringan. Beberapa hal yang bisa dilakukan pasien pascaoperasi sebagai berikut:
Namun, aktivitas berat seperti mengangkat beban lebih dari sekitar lima kilogram atau olahraga intens tetap harus dihindari selama setidaknya satu bulan.
Selama selang drainase masih terpasang, pasien biasanya tidak diperbolehkan mandi seperti biasa dan dianjurkan membersihkan tubuh dengan sponge bath atau tisu khusus. Setelah drain dilepas dan luka mulai mengering, pasien dapat kembali mandi seperti biasa sesuai izin dokter.
Perawatan luka yang tepat sangat penting untuk mencegah infeksi. Pasien diminta memperhatikan tanda-tanda berikut:
Jika muncul salah satu tanda tersebut, segera hubungi tenaga medis.
Pemulihan juga mencakup aspek psikologis.Hal yang bisa membantu antara lain:
Setelah masa pemulihan awal, pasien dianjurkan mulai membangun kembali pola hidup sehat. Hal itu termasuk menjaga pola makan bergizi, tidur cukup, mengelola stres, dan melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin.
Selain itu, kontrol rutin ke dokter tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pasca-kanker. Pemeriksaan itu untuk memantau kondisi kesehatan secara umum maupun mendeteksi kemungkinan komplikasi atau kekambuhan sejak dini.
Nyeri pascaoperasi berbeda-beda pada setiap pasien. Pasien yang menjalani mastektomi tanpa rekonstruksi biasanya hanya memerlukan obat pereda nyeri selama beberapa hari. Sementara pasien yang menjalani rekonstruksi mungkin membutuhkan obat resep selama minggu pertama sebelum beralih ke obat bebas seperti parasetamol atau ibuprofen. Jika nyeri masih terasa setelah dua minggu atau justru memburuk, pasien dianjurkan untuk segera berkonsultasi kembali dengan dokter.
Selain nyeri, rasa kaku dan tidak nyaman pada area dada dan lengan juga umum terjadi. Inilah sebabnya fisioterapi sering direkomendasikan sekitar empat minggu setelah operasi untuk membantu mengembalikan kelenturan otot dan rentang gerak. (National Breast Cancer Foundation/Z-2)
Peneliti Brasil menemukan konsumsi Vitamin D dosis rendah setiap hari dapat meningkatkan peluang hilangnya kanker payudara hingga 43% selama kemoterapi.
Data BPJS Kesehatan 2021-2025 menunjukkan lonjakan kasus kanker payudara hingga 860 ribu kasus. Simak pentingnya deteksi dini dan layanan JKN bagi perempuan.
Peneliti meluncurkan proyek BRIDGE untuk mengungkap cara kanker payudara mengelabui sistem imun. Temukan harapan baru bagi pengobatan personalisasi yang lebih akurat.
Peneliti Universitas Airlangga mengembangkan turunan pinostrobin dari temu kunci yang berpotensi lebih efektif dan aman untuk terapi kanker payudara.
Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved